Dana Rp39 Miliar Diduga Jadi 'Bancakan'
Alpianus menilai praktik ini sangat ironis mengingat alokasi dana LPPM Unsrat tahun 2025 mencapai angka fantastis, yakni Rp39,3 miliar, dengan Rp35,8 miliar khusus untuk penelitian.
Dominasi kelompok tertentu dianggap menutup ruang bagi dosen-dosen kompeten lainnya untuk berkembang secara adil.
"Dana tersebut diduga hanya berputar di lingkaran kekuasaan saja. Ini mencederai marwah akademik dan menciptakan kesenjangan yang lebar di internal kampus," tambahnya.
Ancam Gelar Aksi Massa
Menyikapi hal ini, LMND Manado mendesak Rektorat dan LPPM Unsrat segera memberikan klarifikasi transparan. Mereka juga meminta aparat penegak hukum (APH) turun tangan jika ditemukan unsur pidana.
Sebagai bentuk keseriusan, LMND menyatakan akan segera turun ke jalan dan menggelar aksi massa di area kampus Universitas Sam Ratulangi dalam waktu dekat.
(***/red)
Ikuti perkembangan investigasi dugaan KKN di kampus kebanggaan Sulawesi Utara hanya di Google News. Klik di sini untuk [Ikuti SulutZone.com di Google News].
Artikel Terkait
BEM Nusantara Desak Presiden Prabowo Seriusi Masyarakat Luwu Raya
Rendahnya Upah Guru Honorer Dinilai Bikin Kinerja Tak Maksimal di Sekolah, Aturan soal Anggaran Kini Jadi Sorotan
IFG Perkuat Tata Kelola untuk Mendorong Customer Centricity dan Transformasi Berkelanjutan
Curhat SBY Setelah Ikuti Dinamika Global dalam 3 Tahun Terakhir, Potensi Perang Dunia III Bikin Presiden ke-6 RI Itu Super Cemas
Melihat Kondisi Dusun Sarah Raja, Daerah Pedalaman Aceh Utara yang Masih Sulit Air Bersih dan Listrik di 2 Bulan Pascabanjir
KDM Tanggapi Aduan Warga Bekasi soal Banjir di Harapan Indah: Jangan Segala Sesuatu Dibebankan ke Pemerintah
Layaknya Waterboom, Viral Anak-anak Bekasi Justru Asyik Main Air saat Banjir
Asah Kemampuan Bertarung, Prajurit Kodim 1312/Talaud Tempuh Uji Kenaikan Tingkat Pencak Silat Militer
Kasus IsDB Unsrat Bergulir ke Meja Hijau, Jaksa Limpahkan Berkas Eks Rektor Ellen Kumaat Cs ke PN Manado
Kejati Sulut dan PTPN I Regional 8 Resmi Jalin Kerja Sama Hukum Datun