"Kalau begini terus, orang lokal bakal kapok ke Bali. Lebih baik ke luar negeri, harga beda tipis tapi pelayanan lebih dihargai," tulis salah satu komentar netizen yang viral.
Hingga berita ini diturunkan, publik mendesak pihak otoritas terkait dan Kepolisian Daerah Bali untuk menindak tegas oknum-oknum yang merusak ekosistem pariwisata tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
***/berbagai sumber
Artikel Terkait
Sepanjang Periode Nataru, PLN Catat Konsumsi Listrik EV Melonjak Jadi 479%
Warga Musti Tahu : Kenaikan Pajak Kendaraan Ternyata Dilancarkan oleh DPRD Sulut? Begini Alurnya
Babinsa Serka Hudson Turun Tangan: Gotong Royong Panaskan Semangat Warga Kalongan Talaud Bangun Bangsal Syukuran Awal Tahun!
TNI-Masyarakat Miangas Kunci Tahun 2025 dengan Doa dan Cakalele, Sambut 2026 Penuh Harapan."
Babinsa Serka Frans Sasoeng Jalin Sinergi Kuat dengan Guru SD Tuabatu Talaud, Pastikan Lingkungan Belajar Aman dan Kondusif
Lobby Kantor Gubernur Sulut Disulap Jadi Posko Bantuan Korban Banjir Bandang Sitaro
Psikolog Sebut Permasalahan Keluarga datang dari Faktor Ekonomi
Siaga Bencana! Babinsa Talaud Turun ke Warga Miangas, Beri Peringatan Dini Banjir dan Longsor
Lewat Didi Roa, Etsuko Kitchen Bantu Korban Banjir Bandang Sitaro
Tanpa Pemberitahuan! Pergantian Pala Jaga 5 di Pineleng Satu Tuai Kontroversi, Warganet Heboh