MINAHASA, sulutzone.com — Kabar mengejutkan datang dari Desa Pineleng Satu, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa.
Pergantian Kepala Jaga (Pala) di Lingkungan 5 secara mendadak tanpa pemberitahuan resmi memicu reaksi keras, terutama setelah Filly Sumolang, mantan Pala Jaga 5, mengungkapkan kekecewaannya di media sosial.
Baca Juga: Lewat Didi Roa, Etsuko Kitchen Bantu Korban Banjir Bandang Sitaro
Filly Sumolang mengaku sama sekali tidak mendapatkan informasi awal mengenai pencopotan dirinya.
Ia justru baru mengetahui adanya pergantian jabatan tersebut setelah informasi itu menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
"Saya tidak diberitahukan ada pergantian, dan itu sudah heboh di masyarakat kalau sudah ada Pala yang baru," ungkap Filly kepada media.
Merasa ada yang janggal, Filly kemudian berinisiatif menghubungi Hukum Tua (Kepala Desa) Pineleng Satu, Agustinus Rampengan, melalui pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi.
Namun, jawaban yang diterima dirasa tidak memberikan penjelasan yang memuaskan.
"Minta Maaf nanti SK pemberhentian akan diberikan," ujar Filly menirukan jawaban singkat dari Hukum Tua melalui pesan digital tersebut.
Baca Juga: Vanda Sarundajang Tinjau Sekolah Gratis, Di sini Tempatnya
Kekecewaan Filly dituangkan melalui unggahan status yang sarat akan pesan mendalam mengenai harga diri dan etika kepemimpinan.
Dalam unggahannya, Filly menekankan bahwa keputusannya untuk mundur atau menerima keadaan adalah bentuk menjaga martabat.
"Saya pergi bukan karena tidak mampu, tetapi karena memilih untuk tetap menjaga harga diri. Cara saya diperlakukan hari ini akan saya jadikan pelajaran, bukan luka. Jabatan memberi wewenang, tetapi sikap mencerminkan karakter," tulisnya dalam unggahan gambar yang viral.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Salah satu akun, Renita Worang Parengkuan, turut memberikan dukungan moral dengan menuliskan, "Belajar menerima kenyataan walaupun sakit, karena itu mencerminkan satu kedewasaan dalam hidup."
Selain Renita, akun Feybi Fransiska Arnold memberikan kritik pedas terkait cara pemberhentian yang tiba-tiba.
Ia menuliskan kekecewaannya bahwa pemberhentian dilakukan tanpa pemberitahuan dan menyinggung masalah etika.
"Nd gila tu JABATAN tu dia mar tu ETIKA kwa pake Sadiki (Tidak gila dengan jabatan itu, tapi tolong gunakan etika sedikit)," tulisnya dalam kolom komentar.
Akun Altje Sumolang juga turut menguatkan dengan mengingatkan bahwa jabatan hanyalah sementara.
Baca Juga: Lobby Kantor Gubernur Sulut Disulap Jadi Posko Bantuan Korban Banjir Bandang Sitaro
Kejadian ini memicu diskusi di kalangan masyarakat Pineleng mengenai prosedur pergantian perangkat desa.
Artikel Terkait
Empati Pemerintah Daerah: Bupati Welly Titah dan Ketua PKK Sigap Turun ke Lokasi Banjir di Tarun dan Tarun Selatan
Sepanjang Periode Nataru, PLN Catat Konsumsi Listrik EV Melonjak Jadi 479%
Warga Musti Tahu : Kenaikan Pajak Kendaraan Ternyata Dilancarkan oleh DPRD Sulut? Begini Alurnya
Babinsa Serka Hudson Turun Tangan: Gotong Royong Panaskan Semangat Warga Kalongan Talaud Bangun Bangsal Syukuran Awal Tahun!
TNI-Masyarakat Miangas Kunci Tahun 2025 dengan Doa dan Cakalele, Sambut 2026 Penuh Harapan."
Babinsa Serka Frans Sasoeng Jalin Sinergi Kuat dengan Guru SD Tuabatu Talaud, Pastikan Lingkungan Belajar Aman dan Kondusif
Lobby Kantor Gubernur Sulut Disulap Jadi Posko Bantuan Korban Banjir Bandang Sitaro
Psikolog Sebut Permasalahan Keluarga datang dari Faktor Ekonomi
Siaga Bencana! Babinsa Talaud Turun ke Warga Miangas, Beri Peringatan Dini Banjir dan Longsor
Lewat Didi Roa, Etsuko Kitchen Bantu Korban Banjir Bandang Sitaro