Menurut pengamat politik dan pemerintahan, Taufik Tumbelaka, persoalan ini menunjukkan kurangnya perhatian panitia terhadap hal-hal yang mendasar namun krusial.
"Ini bukan hanya masalah kursi kosong atau penempatan tamu. Ini mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap standar protokoler dan hierarki pemerintahan. Para Bupati dan Wali Kota adalah representasi rakyat di daerah masing-masing, seharusnya mereka mendapat tempat yang selayaknya di panggung utama," ujar Taufik.
Baca Juga: Refleksi 61 Tahun Provinsi Sulut, Taufik Tumbelaka : Menakar Kinerja Enam Bulan Pertama
Ia menambahkan, hal ini seharusnya menjadi evaluasi penting bagi Pemprov Sulut agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
"Peringatan HUT adalah momen sakral, dan setiap detail, termasuk tata letak, seharusnya dipersiapkan dengan matang dan cermat," pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak panitia terkait keluhan mengenai tata letak upacara tersebut.
Artikel Terkait
Polresta Manado Amankan Aksi Protes Masyarakat di TPA Sumompo
Jaga Arus Lalu Lintas, Polsek Malalayang Gelar Pos Cakalang
Wakapolres.Kompol Kretsman Mulalinda, Spd, Pimpin Upacara HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Utara di Talaud, Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Gotong Royong
Pria Paruh Baya Ditahan Polsek Singkil, Kedapatan Bawa Parang
Patroli Maraton Jelang HUT TNI, Aparat Gabungan Pastikan Keamanan Warga Talaud
Patroli Presisi Samapta Polres Talaud Amankan Sejumlah Titik Vital
Horor di Balik Tembok Penjara Ekuador: 14 Tewas dan Belasan Luka dalam Bentrokan Geng
Rayakan HUT ke-61 Sulut, Bupati dan Wakil Bupati Talaud Kenakan Pakaian Adat dalam Upacara Peringatan
Sinergi Polri dan Pemerintah: Kapolresta Manado Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kota
Strategi Polri Presisi: Kualitas Layanan Publik dan Inovasi Digital Dibahas di Forum Belajar