Tolak militerisasi ruang sipil.
Tolak proyek penulisan ulang sejarah Indonesia.
Copot Kapolri dan Reformasi Polri.
Sahkan RUU Masyarakat Adat, perempuan, aset, PPRT, dan revisi UU Ketenagakerjaan tanpa skema omnibus law.
Tolak perampasan lahan Kalseu Dua, Reklamasi Manado Utara, dan penggusuran Pondol Keraton.
Tolak revisi RKUHP tentang partisipasi bermakna.
Naikkan upah minimum 2026 sebesar 8.5%-10.5%.
Cabut PP 35/2021 tentang outsourcing dan kontrak kerja.
Bentuk Satgas PHK.
Kini, seluruh pelajar dan mahasiswa di Manado terpaksa melanjutkan pendidikan mereka dari rumah, sementara para demonstran bersiap turun ke jalan untuk meluapkan amarah mereka di tengah ketegangan yang menyelimuti ibu kota Sulawesi Utara ini.
***
Artikel Terkait
Perkuat Disiplin dan Kekompakan, Polres Talaud Gelar Apel Siaga 1 Sesuai Arahan Pimpinan Polri
Talaud Kondusif! Patroli Presisi Polres Jangkau Seluruh Sudut Kota
PLN Tegaskan Komitmen Listrik Andal Untuk Masyarakat saat Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI di Manado
PLN UID Sulutenggo Dorong Resiliensi dan Keseimbangan Perempuan di Tengah Tantangan Zaman
Setelah Bertemu Pimpinan Parpol, Presiden Prabowo Sampaikan Pesan Persatuan di Tengah Gelombang Protes
Melky Pangemanan Ajak Masyarakat Sulut Jaga Kedamaian dan Sinergi
Analis Sarankan Presiden Prabowo Intens Komunikasi dengan Media, Bukan Influencer
Peringatan Tiga Hari Wafatnya Affan Kurniawan, Ojol yang Ditabrak Rantis Brimob: Seruan Damai 'Jaga Warga, Jaga Indonesia'
Seruan Pemuda Lintas Iman: Jaga Indonesia, Hentikan Kekerasan dan Provokasi
Antitipasi Demonstrasi Esok Ricuh, Sekolah dan Kampus di Manado Gelar Pembelajaran Daring