Mereka khawatir para siswa akan terjebak dalam keramaian, kemacetan, atau bahkan terprovokasi hingga terlibat tindakan anarkis.
Manado memang dikenal sebagai kota yang tenang, tetapi bayang-bayang kekerasan di daerah lain membuat para pemimpin pendidikan tidak ingin mengambil risiko.
Kini, seluruh siswa dan mahasiswa tertahan di rumah masing-masing, menanti badai berlalu.
Pendidikan tetap berjalan, namun dari balik layar, di tengah ketegangan yang belum mereda.
Artikel Terkait
Gerakan Pangan Murah Serentak di Kepulauan Talaud: Sediakan Bahan Pokok Terjangkau Jelang HUT RI ke-80
Perkuat Disiplin dan Kekompakan, Polres Talaud Gelar Apel Siaga 1 Sesuai Arahan Pimpinan Polri
Talaud Kondusif! Patroli Presisi Polres Jangkau Seluruh Sudut Kota
PLN Tegaskan Komitmen Listrik Andal Untuk Masyarakat saat Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI di Manado
PLN UID Sulutenggo Dorong Resiliensi dan Keseimbangan Perempuan di Tengah Tantangan Zaman
Setelah Bertemu Pimpinan Parpol, Presiden Prabowo Sampaikan Pesan Persatuan di Tengah Gelombang Protes
Melky Pangemanan Ajak Masyarakat Sulut Jaga Kedamaian dan Sinergi
Analis Sarankan Presiden Prabowo Intens Komunikasi dengan Media, Bukan Influencer
Peringatan Tiga Hari Wafatnya Affan Kurniawan, Ojol yang Ditabrak Rantis Brimob: Seruan Damai 'Jaga Warga, Jaga Indonesia'
Seruan Pemuda Lintas Iman: Jaga Indonesia, Hentikan Kekerasan dan Provokasi