Sibuk Promosi Toraja, Instagram Dispar Sulut Ternyata Kosong Melompong dari Promosi Lokal

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Kamis, 10 Juli 2025 | 12:15 WIB
Bukti SS keanehan Dispar Sulut (Ist)
Bukti SS keanehan Dispar Sulut (Ist)

Manado, 10 Juli 2025 – Di tengah gencar-gencarnya promosi penerbangan langsung Manado-Tana Toraja (Sulawesi Selatan) oleh Wings Air, sebuah ironi besar terkuak.

Akun media sosial resmi Dinas Pariwisata Sulawesi Utara (Dispar Sulut), yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam mempromosikan pariwisata lokal, justru ditemukan "kosong melompong" dari konten terkini yang mengangkat potensi daerah sendiri.

Tak hanya Instagram dengan akun @dinaspariwisatasulut yang terabaikan, penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa postingan terbaru Dispar Sulut di Facebook pun malah sibuk mempromosikan Toraja.

Unggahan yang bersemangat mengajak warga Sulawesi Utara untuk "liburan seru ke Tana Toraja" dengan penerbangan langsung ini, mengundang pertanyaan besar.

Pasalnya, meskipun aktif mempromosikan destinasi di provinsi tetangga, kanal promosi digital mereka sendiri untuk pariwisata Sulawesi Utara terpantau sangat minim, bahkan tidak ada.

Hal ini menimbulkan kekecewaan di kalangan netizen dan pemerhati pariwisata di Manado.

Bagaimana mungkin seorang Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara sibuk mempromosikan daerah lain, sementara kanal promosi digitalnya sendiri untuk potensi pariwisata Sulawesi Utara terbengkalai?

Pesan "Manjo, siapkan koper dan jelajahi keindahan budaya Toraja yang keren banget!" yang disisipkan dalam unggahan tersebut terasa kontradiktif dengan minimnya upaya untuk menonjolkan kekayaan budaya dan alam Sulawesi Utara sendiri.

Padahal, di akhir postingan, Dispar Sulut juga menyelipkan ajakan untuk "ajakin temen-temen di Tana Toraja buat Explore Keindahan budaya Sulawesi Utara," katanya.

Namun, menengan kosongnya akun-akun media sosial tersebut dari konten promosi Sulawesi Utara, publik bertanya-tanya bagaimana wisatawan dari luar akan dapat "menjelajahi keindahan budaya Sulawesi Utara" jika informasi dan promosi digitalnya sangat kurang.

Kondisi ini menyoroti kurangnya fokus dan konsistensi dalam strategi promosi pariwisata Dispar Sulut.

Di era digital ini, media sosial memegang peranan krusial dalam menarik minat wisatawan.

Kekosongan konten yang berfokus pada Sulawesi Utara pada akun-akun resmi Dispar Sulut jelas menjadi bumerang, mengindikasikan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk benar-benar mengangkat "Sulawesi Pride" di mata dunia.

Sampai berita ini diturunkan pihak redaksi masih berusaha menghubungi Kepala Dinas Pariwisata Sulit, dr. Kartika Devy Tanos. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Sumber: Facebook, Instagram

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X