Dana PSM Rp 50.000,- per siswa setiap bulannya untuk penunjang kegiatan ekstrakurikuler (Eskul) juga diduga diambil secara tunai dan mengalir ke rekening pribadi.
Ketika media berusaha meminta keterangan terkait kebenaram penggunaan dana yang tertera di beberapa bukti yang didapat, Kepala Sekolah SMKN 3 Manado dapat disebut "menghilang dari Maps" (istilah yang dipinjam dari Mobile Legends untuk mereka yang tidak diketahui keberadaannya).
Pihak media juga telah mencoba menghubungi melalui pesan singkat, namun tidak mendapatkan tanggapan.
Menurut keterangan salah satu guru, Kepala Sekolah sudah dua hari tidak hadir di sekolah tanpa keterangan resmi, meskipun kemarin dikabarkan beralasan sakit.
Pihak Tipidkor Direskrimsus Polda Sulawesi Utara (Sulut) didesak oleh sejumlah aktivis penggiat anti-korupsi untuk segera mengusut tuntas dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran ini dan menindak oknum yang diduga menyelewengkan dana penunjang pendidikan.
Artikel Terkait
Hari Pertama Sekolah di Bulan Juni, Kepsek SMKN 3 Manado Tak Hadir Sejak Pagi
Bupati Terpilih Talaud Terpantau "Ambil Absen" di Polda Sulut, Ada Apa???
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado Dukung Penuh Sistem Penerimaan Murid Baru Online
Memperingati Hari Lahir Pancasila, Kodim 1312/Talaud Gelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih
AKBP. Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K, M.H Irup Upacara Bendera Dalam Rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila Ke-80 Tahun 2025 di Talaud
Divisi Humas Polri Gelar Pensatwil di Polda Sulut dan Jajaran
Ckrisno Bowonseet: Teladan Muda Talaud, Hidup Bermakna dalam Kepedulian
Mantan Kapolres Tomohon Bantah Keterlibatan di Kasus Tanah De'Lokon
Batal Diskon Listrik 50% untuk 79,3 Juta Rumah, Pemerintah Siapkan 6 Insentif Baru 5 Juni 2025!
Duel Hidup-Mati! Indonesia vs China di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Siapa yang Bertahan?