Dugaan Penyelewengan Anggaran Puluhan Juta di SMKN 3 Manado Mencuat, Kepala Sekolah Menghilang dari Maps

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Selasa, 3 Juni 2025 | 14:20 WIB
Susana SMK Negeri 3 Manado, Selasa 3 Juni 2025 (Sulutzone.com)
Susana SMK Negeri 3 Manado, Selasa 3 Juni 2025 (Sulutzone.com)

MANADO, Sulutzone.com – Dugaan penyelewengan anggaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Manado semakin mencuat dengan terungkapnya beberapa bukti pengambilan dan setoran dana.

Pihak-pihak terkait diminta untuk mengusut tuntas kasus yang melibatkan pimpinan sekolah berinisial SR ini.

Bukti Pengambilan dan Setoran Dana yang Terungkap:

* Pada 31 Januari 2025, tercatat pengambilan dana sebesar Rp 23 juta dari bendahara sekolah. Dana ini dicatat untuk pembiayaan konsumsi pembukaan PKL dan honor guru honorer.

* Terdapat setoran sebesar Rp 13.350.000 yang diterima oleh Yulien Mokosolang pada 15 September 2023, dan setoran sebesar Rp 14.125.000 pada 17 Oktober 2023. Kedua setoran ini terkait dengan Dana Peran Serta Masyarakat (PSM).

* Selain itu, ditemukan bukti transfer sebesar Rp 10 juta pada 18 Juli 2024 dan Rp 5 juta pada 16 Juli 2024.
Semua data pengambilan dan setoran di atas disebut dilakukan oleh Rut Dimpudus. 

Baca Juga: Hari Pertama Sekolah di Bulan Juni, Kepsek SMKN 3 Manado Tak Hadir Sejak Pagi

Sebelumnya, telah diberitakan adanya dugaan penyelewengan Dana PSM yang semula dibayarkan virtual account BNI sebesar Rp 150.000,- per siswa (Mei 2023), kemudian berubah menjadi Rp 50.000,- per siswa yang disetor manual (2024) karena persoalan transparansi.

Terdapat dugaan aliran dana PSM yang diminta untuk mengalir ke rekening pribadi, diambil tunai, atau diminta untuk diambil dari pengelola.

Beberapa Bukti yang diduga kuat ada kaitnnya dengan kasus di SMK Negeri 3 Manado
Beberapa Bukti yang diduga kuat ada kaitnnya dengan kasus di SMK Negeri 3 Manado (Ist)

Selain itu, dana sewa kantin di sekolah juga menjadi sorotan.

Setoran dana sewa kantin yang bervariasi, mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per bulan, diduga masuk ke rekening pribadi atau diambil tunai.

Dugaan penyimpangan ini juga melibatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mencapai miliaran rupiah per tahun, serta Dana Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) ratusan juta rupiah yang seharusnya diperuntukkan bagi 12-14 siswa namun diduga dimonopoli.

Baca Juga: Dugaan Penyelewengan Dana Sekolah di SMKN 3 Manado Mencuat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X