Manado, Sulutzonecom -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manado mendorong warga untuk mengubah sampah organik rumah tangga menjadi peluang usaha dengan budidaya maggot. Lieke Kembuan, perwakilan DLH Manado, menjelaskan bahwa maggot, yang merupakan belatung, memiliki nilai ekonomi tinggi karena digunakan sebagai pakan ternak, seperti ikan dan ayam, yang kaya protein.
"Untuk budidaya maggot, cukup memanfaatkan sisa makanan dan buah-buahan dari rumah tangga," kata Kembuan. Warga bisa mengumpulkan sisa makanan dari tetangga atau rumah makan untuk memberi makan maggot, yang kemudian dapat dijual sebagai pakan ternak. Proses ini tidak hanya bermanfaat untuk ekonomi, tetapi juga mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA.
Di Manado, sudah ada beberapa warga yang ahli dalam budidaya maggot, salah satunya adalah Teddy Landung dari Pumorouw yang dengan senang hati berbagi pengalaman. Dengan mengolah sampah menjadi maggot, sampah akan lebih terpilah dan hanya residu yang menuju tempat pembuangan akhir
Artikel Terkait
Anggota Fraksi Nasdem Ahmad Sabir, Sosialisasikan Perda No.3 Tahun 2022 Tentang Pengelolaan Sampah
Meski Sampah Kecil, Puntung Rokok Meracuni Lingkungan: Penyumbang Sampah yang Mengotori Bumi
Kata Aktivis Lingkungan Soal Sampah Pemilu
Aktivis Lingkungan Ini Ungkap Masalah Sampah di Sulut
Irwan-Haroni Paslon Nomor Urut 2 Berkomitmen Jadikan Melonguane Bersih Bebas Sampah dan Utamakan Integritas Untuk Rakyat
Kasus Nikita Mirzni dan Keluarga Badjideh Panas, Umar Badjideh: Drama Sampah
Dari Tumpukan Sampah Menjadi Jalan Bersih: Sukses Pembersihan Jalan Pandu-Pengadilan Terpadu