Minahasa Utara, Sulutzone.com -- Kepala Sekolah SD Negeri Tatelu diduga menggunakan dana Bantuan Opersianal Satuan Pendidikan (BOSP) untuk pembayaran hutang pribadi.
Hal ini menjadi sangat memprihatinkan, karena seharusnya dana BOSP tidak bisa digunakan untuk kepentingan pribadi oleh siapapun karena memiliki tujuan mulia.
Dilansir dari halaman klc2.kemenkeu.go.id, dana BOSP seharusnya digunakan untuk mendukung biaya operasional sehari-hari sekolah, membantu peningkatan mutu layanan pendidikan dan mendukung program wajib belajar yang berkualitas.
Secara spesifikasi dana BOSP bisa digunakan untuk, pembelian alat multimedia pembelajaran, pengembangan perpustakaan, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan, pengembangan manajemen Satuan Pendidikan, penerimaan peserta didik baru, pengelolaan, langganan daya dan jasa, pembayaran honor, pemeliharaan dan perawatan.
Pihak media mengunjungi SD Negeri Tatelu untuk mengkonfirmasi hal tersebut, namun Kepala Sekolah SD Negeri Tatelu, Vivi Diane Worotijan tidak berada di tempat.
Mirisnya, pihak media menemukan keadaan sekolah yang tidak terawat dan membahayakan para siswa.
Beberapa bangunan sekolah yang sempat menjadi Rintisan Sekolah Standar Nasional itu, kini sudah sangat harus untuk direnovasi.
Ada beberapa kelas plafon atau lotengnya sudah bolong-bolong dan juga plafon di koridor sekolah ada yang nyaris jatuh dan berpotensi membahayakan siswa.
Kemudian, karena tidak dapat menemui Kepala Sekolah, awak media kemudian berusaha menghubungi melalui nomor whtasapp 08234319****, untuk dimintai klarifikasi pemberitaan.
Kepala Sekolah melalui whatsaap tersebut menjawab dengan membenarkan bahwa adanya proses peminjaman uang yang nantinya diganti menggunakan dana BOSP.
"Soal bayar hutang dr Dana BOSP.. Utk klarifikasi saya, dana BOSP kan cairnya tidak tepat waktu.. Seperti thn lalu saja, tahap 2 nya cair bulan oktober... sementara itu penggunaannya harus dr bulan juli.. jadi sepanjang bulan Juli sampai oktober pertengahan, utk operasional sekolah, menggunakan dana pribadi yang saya pinjam sana sini.
Jadi wajar lah kalau setelah dana BOSP cair, saya pakai utk membayar hutang saya.. krn hutang itu digunakan utk operasional sekolah," tulis Kepala Sekolah ketik dikonfirmasi melalui pesan whatsapp.
Lanjut, ia mengatakan bahwa hal tersebut terjadi juga di sekolah-sekolah lainnya.
"Trus salahnya dimana pak ? Rata2 sekolah lain juga bgtu," tambahnya melalui pesan whatsapp bersamaan.
Artikel Terkait
Tim Delta Sat Reskrim Polresta Manado Gencarkan Patroli, Wujudkan Keamanan dan Kenyamanan
Polresta Manado Gelar KRYD untuk Jaga Keamanan dan Ketertiban
Personel Sat Lantas Polresta Manado Ganti dan Tata Alat Peraga Baru di Sepanjang Kanalisasi Jalur Biru
Polsek Singkil Lakukan Pemantauan dan Pengaturan Lalu Lintas di SPBU untuk Kelancaran Penyaluran BBM
Tim Supervisi Bidang Keuangan Polda Sulut Laksanakan Tahap I T.A 2025 di Polresta Manado
Polsek Malalayang Amankan TKP Kecelakaan Tunggal di Jalan Raya Sea-Malalayang
Polresta Manado Gelar Pembinaan Rohani dan Mental bagi Personel untuk Tingkatkan Integritas
Megawati Instruksikan Kepala Daerah PDIP Tunda Retreat, Pasca Penahanan Hasto Kristiyanto
Trump Undang Xi Jinping ke AS: Fokus pada Kesepakatan Perdagangan dan Isu TikTok
Ciliandra Fangiono: Miliarder Muda yang Masuk Jajaran Orang Terkaya Indonesia