Morowali Utara Berduka! Begini Kondisi di Area PT GNI Saat Kericuhan, Asrama Putri TKI jadi Penjarahan

photo author
Depanan Simangunsong, Sulut Zone
- Minggu, 15 Januari 2023 | 23:05 WIB
Bangunan terbakar saat Bentrok Antar Karyawan Indonesia vs China PT GNI Sulteng. (Foto: Twitter)
Bangunan terbakar saat Bentrok Antar Karyawan Indonesia vs China PT GNI Sulteng. (Foto: Twitter)

SULUTZONE - Kondisi di area PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah mencekam.

Kericuhan antara karyawan lokal (TKI) dan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China membuat kondisi di area PT GNI mencekam.

Kericuhan antara TKI dan TKA asal China tersebut terjadi pada Sabtu 14 Januari 2023 kemarin.

Kericuhan yang terjadi di lingkungan PT. GNI tersebut dilaporkan menimbulkan dua orang korban jiwa (meninggal dunia), seorang TKI dan seorang TKA serta kerugian material yang cukup besar.

Baca Juga: Berawal Dari Aksi Mogok Kerja, Karyawan PT GNI Bentrok. Pekerja Indonesia Vs TKA

Dilaporkan pula terjadi penjarahan di asrama putri TKI serta pembakaran asset perusahaan.

Sekitar 70 orang telah ditahan kepolisian untuk diusut tuntas aksi anarkis tersebut.

Hal itupun membuat Bupati Morowali Utara, Delis Julkasson Hehi membuka suara. Dirinya mengecam tindakan anarkis yang dilakukan karyawan TKI dan TKA asal China tersebut.

Delis Juskasson Hehi menyesalkan aksi kericuhan yang terjadi di area PT GNI itu. Dia menilai hal itu terjadi dipicu oleh para provokator.

"Saya sangat menyesalkan bahkan mengecam keras aksi yang ditengarai dipicu oleh para provokator dari luar yang membawa agenda-agenda lain," kata Delis usai bertemu Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi di kediaman Kapolda Sulteng di Kota Palu. Minggu, 15 Januari 2023 dilansir dari ANTARA.

Baca Juga: Babak Baru! Ferdy Sambo Cs Masuk di Pembacaan Tuntutan, Berikut Jadwal Lengkapnya

Bupati Morowali Utara, Delis Juskasson Hehi menyerahkan sepenuhnya kasus kericuhan yang memakan korban jiwa ini kepada jajaran kepolisian dan aparat keamanan lainnya.

Dia berharap aparat menangani secara hukum para perusuh serta dapat segera memulihkan situasi keamanan yang selama ini berjalan kondusif agar industri kembali berjalan normal.

Bupati Morut menduga keras kericuhan yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia ini dipicu oleh provokator dari luar kepentingan kesejahteraan karyawan dan keberlangsungan industri nikel dengan membawa agenda-agenda mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Depanan Simangunsong

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X