SULUTZONE - Maraknya judi online marak di tanah air digemari oleh sejumlah pihak.
Pasalnya, dengan judi online menjadi mimpi bakal kaya dalam kehidupan.
Namun, menurut Kabareskrim, dengan judi online, orang hanya tergiur bonus besar yang pada akhirnya akan merugikan pemain judi online.
Baca Juga: Kerap Cari Alibi, Ini Tuntutan Hendra Kurniawan pada Persidangan Pembunuhan Brigadir J
Polri berkomitmen untuk terus memberantas praktek judi online di Indonesia. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak tergiur untuk main karena iming-iming keuntungan tak akan didapatkan.
Kasubdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, Kombes Pol Reinhard Hutagaol mengatakan kemenangan atau kekalahan dalam permainan judi online tersebut telah diatur.
"Jangan tergiur dengan promosi bonus. Karena biar bagaimanapun itu sebenarnya sudah di-setting. Kekalahan, kemenangan sudah di-setting," ungkap Reinhard kepada wartawan dikutip dari laman Divhumas Polri pada Sabtu, 28 Januari 2023, dilangsir dari PMJ.
Reinhard mengingatkan kepada masyarakat bahwa judi tidak akan membuat pemainnya menjadi kaya.
Bahkan tidak sedikit para penjudi online yang mengeluhkan kehilangan uangnya akibat kekalahan yang dideritanya.
"Jadi settingan-nya begitu. Jadi kalau ada yang berharap dan bermimpi judi online bisa kaya itu salah sama sekali," ujarnya.
Baca Juga: Menkopolhukam Mahfud MD ke Richard Eliezer : Saya Berdoa Agar Kamu Mendapat Hukuman Ringan
Sebelumnya, Bareskrim Polri mengamankan 12 orang pengelola judi online Mastertogel yang menyusupi situs resmi pemerintah.
Mereka menyusupi website pelat merah melalui iklan.