SULUTZONE - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menceritakan kisahnya melihat ayahnya ditanggap Tentara karena tidak memilih golkar.
Mahfud MD mengatakan bahwa semasa dia masih kecil, dirinya sangat takut melihat Tentara.
"Pada tahun 1971 ayah saya ditangkap oleh Tentara karena tidak memilih golkar. Saya masih kecil ayah saya diangkut itu. Wah tentara itu, seperti itu yah?, " kata Mahfud MD dikutip dari Video yang dibagikan akun TikTok @Moeldoko_Official.
Baca Juga: Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Tiga Anggota Polres Tangerang Kota Dipecat
Mahfud MD menceritakan pada waktu tagun 1970-an, pilihan orang yang hebat itu kalau bisa masuk AKABRI.
"Orangnya gagah-gagah, pinter dan cerdas. Dari daerah satu hanya dipilih satu. Itu yang dianggap dua itu di tahun 70-an fakultas kedokteran dan AKABRI. Itu sangat Elit," ujar Mahfud MD .
Mahfud MD melanjutkan ketika dirinya sekolah, dia tidak punya jurusan kedokteran maupun AKABRI.
Baca Juga: Tersiksa Karena Insomnia? Coba Lakukan Metode Pernapasan Ini, Simak Baik-baik!
"Saya tidak bisa ke fakultas kedokteran, tidak bisa ke AKABRI, badan kerempeng juga. Akhirnya saya masuk fakultas hukum aja," ucapnya.
Dirinya kemudian menceritakan bahwa pada akhirnya dia bertemu dengan Moeldoko.
"Akhirnya saya bertemu dengan pak Moeldoko, yang dulu korpsnya saya takuti, kemudian saya kagumi dan kemudian saya bersatu di kabinet. Dan saya tahu setiap ada masalah pak Moeldoko itu memenuhi 6 hal yang dikatakan imam Syafi'i tadi. Selalu serius, selalu kalau rapat itu menyampaikan pendapat dan selalu substansif pendapatnya,"katanya
Menurut Mahfud MD, Moeldoko memiliki ide yang banyak dan bisa diajak membicarakan apapun.