nasional

Polisi Sebut Rekaman CCTV Saat Tragedi Kanjuruhan Tidak Ada Yang Dihapus

Senin, 24 Oktober 2022 | 15:51 WIB
Tragedi Kanjuruhan. (Dok/humas Polri)

SULUTZONE -  Tragedi sepak bola Kanjuruhan yang memakan korban ratusan orang, hingga saat ini masih diusut.

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) sebelumnya sempat menyampaikan bahwa ada rekaman terhapus gara-gara gangguan internet.

Terkait tragedi Kanjuruhan itu, Polisi memastikan CCTV Stadion Kanjuruhan tidak ada yang dihapus.

Baca Juga: Penyebab Gagal Ginjal Akut Pada anak, Polisi Selidiki Dugaan Pidana Kasus Obat Sirup
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan kepastian tidak ada rekaman CCTV Stadion Kanjuruhan juga sempat disampaikan oleh Komnas HAM.

Menurut Irjen Pol Dedi Prasetyo, rekaman itu disebut berdurasi 3 jam.

"Itu sudah clear, tidak ada yang dihapus. Kan Cak Anam (Choirul Anam, Komisioner Komnas HAM) sudah sampaikan," ujar Dedi saat dikonfirmasi wartawan, Senin (24/10/2022).

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil investigasi sementara dari Komnas HAM ditemukan fakta bahwa tidak ada rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan yang dihapus.

 Baca Juga: Kamaruddin Simajuntak Sebut Keluarga Brigadir J Menerima Maaf Bharada E ; Jangan Kayak Ferdy Sambo

Hal tersebut usai dilakukan pendalaman kepada teknisi dan pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang.

"Apakah ada tidak terlihat atau terhapus? Kami lihat itu semuanya ada, jadi tidak ada yang terhapus," ungkap Komisioner Komnas HAM RI M Choirul Anam dalam siaran persnya, Jumat (21/10/2022).

Walaupun tidak ada yang terhapus, Anam mengakui ditemukan permasalahan teknis terhadap 16 titik CCTV yang mengarah pada lokasi parkir yang disebut blank atau tidak ada rekamannya.

 Baca Juga: 4 Cara Menghadapi Bos Toxic dan Tidak Adil, Langkah Kedua Lebih Elegan

"Dikatakan memang ada problem teknis terkait kamera, ada pergantian kamera sejak hari Jumat oleh teknisinya. Cuma setting dari CCTV tersebut belum selesai sampai hari H pertandingan," tuturnya.

"Sehingga ketika merekam peristiwa kadang-kadang bisa, kadang-kadang tidak. Karena itu ada sinkronisasi IT dan sebagainya, secara teknis itu jadi persoalan," tandasnya.***

Tags

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB