Seorang Ibu Ceritakan Momen Kritis
Dalam kesempatan yang sama, Naufal sempat berinteraksi dengan seorang ibu yang menjadi korban bencana di wilayah Aceh tersebut.
Sang ibu bercerita, saat itu, dirinya berupaya untuk terus bertahan di tengah derasnya arus banjir bandang.
"Saat itu airnya semakin lama, semakin tinggi. Ketinggian air itu bahkan lewat dari kepala saya," tutur sang ibu.
"Dalam sehari semalam tidak makan dan minum sama sekali," imbuhnya.
Kuatnya genggaman erat jemari sang anak, tidak luput dari ingatan ibu tersebut.
Tangan Sudah Gemetar namun Hatinya Tetap Kuat
Ibu itu menceritakan, momen kritis saat itu adalah saat dirinya mulai merasakan pegal pada tangannya saat menggenggam jemari sang anak dari derasnya arus banjir.
"Waktu itu tangan saya gemetar, lalu anak saya bilang 'Mama kalau tidak sanggup lepaskan saja (genggamannya)', begitu," tutur sang ibu.
"Saya menangis dan saya bilang 'Yang penting kalian hidup, biarkan saja Mama', tidak apa-apa," ungkapnya.
Namun takdir berkata lain, kini terlihat sang ibu bersama anak-anaknya dalam kondisi selamat dari bencana banjir bandang di Aceh tersebut.
Naufal lantas memberikan doa dan dukungannya khususnya kepada sang ibu, dan para korban bencana di Pidie Jaya, Aceh.
"Tidak terbayang ada di momen yang kritis, bertahan di rumah pas banjir, tidak makan dan minum seharian dengan badan terendam (banjir)," ujar Naufal.
"Semoga Allah mudahkan pemulihannya," tandasnya.*