"Perjalanan durian: Dipikul oleh kuli penyebrang seharga Rp 2.000 per buah, diteruskan oleh tukang “langsir” bersepeda motor melalui jalur tebing terjal dengan ongkos Rp 80.000–150.000 per trip," ungkap Sherly.
Bertaruh Nyawa untuk Bertahan Hidup
Di sisi lain, Sherly menyampaikan risiko besar bagi para warga saat melewati akses jalan yang curam dan minim pengamanan untuk keselamatan mereka.
Aktivis kemanusiaan itu menuturkan, nyawa melayang di jurang puluhan meter.
Para warga di Aceh Tengah tersebut rela mempertaruhkan nyawa hanya untuk bertahan hidup.
"Seorang kuli panggul, yang akrab disapa Bule, dengan tubuh kecil dalam guyuran hujan," terang Sherly.
"Hilir-mudik menyeberangi Krueng Peusangan di atas 'lumpe', seutas kabel baja, ditopang bambu yang menjadi satu-satunya penghubung," sebutnya.*