Hal itu salah satunya datang dari pengacara sekaligus ketua organisasi kemasyarakatan (Ormas) Ternak Mulyono (Termul), Firdaus Oiwobo.
Curigai Motif Politik Terselubung
Secara terpisah, Firdaus menuding aksi teror hanyalah sandiwara belaka yang dilakukan DJ Donny untuk menarik perhatian publik atau playing victim.
Bukan memberi berempati atas aksi teror bom molotov tersebut, Firdaus Oiwobo justru melontarkan kritik pedas.
Melalui sebuah unggahan video yang viral di Instagram @m.firdausoiwobo_sh pada Kamis, 1 Januari 2026, Firdaus secara terang-terangan mengkritisi pernyataan Donny.
Firdaus menilai, influencer itu terlalu cepat mengarahkan telunjuk ke arah pemerintah atas musibah yang dialaminya.
"Donny, baru ngerasain diancam. Baru ngerasain diancem saja sudah koar-koar ke sana ke sini, Mulutmu fitnah memulu isinya," cetus Firdaus.
Ketua Ormas Termul itu bahkan curiga ada motif politik terselubung di balik laporan teror tersebut.
"Anda jangan playing victim, bisa jadi itu rekayasa. Nanti menuduh satu orang di pemerintah, padahal itu rekayasa politik," ucap Firdaus.
Di sisi lain, Firdaus juga menyebut Donny bukanlah sosok yang memiliki pengaruh besar, sehingga tak perlu bersikap seolah-olah menjadi sasaran pihak penting.
"Anda itu enggak punya pengaruh apa-apa. Boleh mengkritik, tapi jangan menghina orang," tandasnya.*