Talaud, sulutzone.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada Rabu, (17/8/2025) di Manado, Sulawesi Utara, menjadi momen istimewa yang menunjukkan kuatnya kerukunan antar umat beragama di daerah tersebut.
Acara ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara, Meyjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE (Sebagai Inspektur Upacara), Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Victor Mailankay, jajaran Forkopimda Sulut, jajaran Pemprov Sulut, para tokoh agama penting, termasuk Ketua Umum Sinode Gereja Masehi Injili Talaud (GERMITA) yang juga menjabat Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kepulauan Talaud, Pdt. Dr. Arnold A. Abbas, dan tamu undangan lainnya.
Dalam perayaan tersebut, Pdt. Arnold Abbas terlihat akrab bersama dengan dua tokoh agama terkemuka lainnya: Uskup Manado dari Gereja Katolik, Benedictus Esthepanus Rolly Untu, M.Sc., dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara, K.H. Abdul Wahab.
Kehadiran dan kebersamaan mereka menjadi simbol nyata dari persatuan dan toleransi yang telah lama terjalin di Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam pertemuan singkat yang penuh kehangatan, Pdt. Arnold Abbas menekankan pentingnya kerja sama dan sinergi antar pemimpin agama.
“Pertemuan dan persahabatan kami hari ini adalah simbol kerukunan antarumat beragama di Provinsi Sulut, khususnya di daerah perbatasan seperti Kabupaten Kepulauan Talaud, yang merupakan beranda NKRI,” ujar Pdt. Arnold Abbas.
Kolaborasi para tokoh agama ini tidak hanya terbatas pada acara seremonial, tetapi juga memiliki visi yang lebih besar.
Mereka berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Sulawesi Utara demi mewujudkan daerah yang maju, damai, dan toleran. Visi ini sejalan dengan upaya bersama untuk membangun "Nyiur Melambai" sebagai provinsi yang menjadi teladan kerukunan bagi seluruh Indonesia.
K.H. Abdul Wahab dan Uskup Benedictus Rolly Untu menyambut baik semangat kebersamaan ini, menegaskan bahwa kerukunan adalah fondasi penting untuk kemajuan daerah.
Pertemuan para tokoh lintas agama di momen bersejarah ini mengirimkan pesan kuat tentang persatuan, keharmonisan, dan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian di Bumi Sulawesi Utara.