"Lengkap sampai keluar airnya?" tanya Prabowo saat rapat koordinasi pascabencana di Aceh Tamiang, pada Kamis, 1 Januari 2026.
"Lengkap bapak. Lengkap dengan instalasi airnya. Kemudian juga ada tangki airnya dan bisa langsung diambil oleh masyarakat," terang Suharyanto.
Mendengar hal tersebut, KSAD Maruli menyela pernyataan Kepala BNPB itu terkait proses pembuatan sumur bor.
"Mungkin tidak cukup bang kalau di atas Rp100 juta. Karena itu kadang-kadang ngebor tergantung tanahnya, pak," ucapnya.
"Kalau tananya lunak itu mungkin dua minggu baru dapat, tapi kalau keras mungkin memerlukan lebih waktunya dari itu," tegas Maruli.*
Artikel Terkait
Babinsa Serka Hudson Turun Tangan: Gotong Royong Panaskan Semangat Warga Kalongan Talaud Bangun Bangsal Syukuran Awal Tahun!
TNI-Masyarakat Miangas Kunci Tahun 2025 dengan Doa dan Cakalele, Sambut 2026 Penuh Harapan."
Babinsa Serka Frans Sasoeng Jalin Sinergi Kuat dengan Guru SD Tuabatu Talaud, Pastikan Lingkungan Belajar Aman dan Kondusif
Lobby Kantor Gubernur Sulut Disulap Jadi Posko Bantuan Korban Banjir Bandang Sitaro
Psikolog Sebut Permasalahan Keluarga datang dari Faktor Ekonomi
Siaga Bencana! Babinsa Talaud Turun ke Warga Miangas, Beri Peringatan Dini Banjir dan Longsor
Lewat Didi Roa, Etsuko Kitchen Bantu Korban Banjir Bandang Sitaro
Tanpa Pemberitahuan! Pergantian Pala Jaga 5 di Pineleng Satu Tuai Kontroversi, Warganet Heboh
Viral! Wisatawan Asal Kalimantan 'Dipalak' di Padangbai, Sisi Gelap Pariwisata Bali Jadi Sorotan
Kapolres Talaud, AKBP. Arie Sulistyo Nugroho Tebar Ribuan Benih Ikan Nila