Gubernur Aceh itu menyebut, percepatan pembukaan akses darat menjadi prioritas utama untuk memastikan logistik segera menjangkau masyarakat, terutama di desa-desa yang terisolasi.
"Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak," terang Mualem.
"Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan," tegasnya.
Pembangunan Jembatan Bailey Dikebut
Berdasarkan situasi terkini setelah bencana banjir bandang di Aceh, pada Senin, 1 Desember 2025, sejumlah bantuan logistik dan perlengkapan dikabarkan telah mulai masuk ke daerah yang terisolir.
Sejumlah daerah yang sebelumnya sulit diakses tim penyelamat, yakni di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.
Di sisi lain, skala bantuan masih tergolong minim, karena akses menuju daerah terisolir saat ini hanya dapat dilalui dari jalur udara, karena jalan darat masih banyak yang terputus.
Sekda Pemerintah Daerah Aceh, M. Nasir menyebut, terdapat upaya percepatan pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan Bireuen dengan Aceh Utara, sejak Minggu, 30 November 2025.
Artikel Terkait
Kisah Anggota Polisi di Polda Riau yang Gugur dalam Bencana Sumbar, Sempat Selidik Kasus di Lapas Padang
Pemprov Sumut Sebut Bantuan Logistik Aman, Akui Kendala Distribusi Sulit ke Tapteng dan Sibolga yang Masih Terisolir
Bupati Aceh Tengah Nyatakan 'Tidak Sanggup' Tangani Bencana Darurat Sendirian, 15 Korban Tewas/Hilang
Sembilan Naga Muda Sulut Lahir, BPD HIPMI Sulut Lantik Para BPC se-Sulut
CC PLN 123 Raih 8 Penghargaan Global Contact Center World 2025 di Yunani
Pertamina Salurkan Bantuan Logistik dan Evakuasi Pekerja di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
Pertamina Tancap Gas Pemulihan: 54 SPBE dan 556 Agen LPG Aktif Layani Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Pertamina Dorong Pemulihan Akses: Pasok Bahan Bakar Non-Stop untuk Operasional Alat Berat Bencana Sumatra
Aksi Nyata Berikan Rasa Aman: Patroli Perintis Presisi Samapta Tak Kenal Lelah di Kepulauan Talaud
Ops Zebra Samrat 2025 di Talaud Berakhir: Puluhan Pelanggar Kena Sanksi, Motor Mendominasi!