Kisah 4 Kampung yang Tersapu Banjir Bandang di Aceh, Disebut Bak Tsunami Kedua usai Tragedi pada 2004 Silam

photo author
- Senin, 1 Desember 2025 | 21:36 WIB
Menyoroti fakta terkini bencana banjir bandang yang melanda wilayah Provinsi Aceh, pada Senin, 1 Desember 2025. (Dok. Polda Aceh) (Istimewa)
Menyoroti fakta terkini bencana banjir bandang yang melanda wilayah Provinsi Aceh, pada Senin, 1 Desember 2025. (Dok. Polda Aceh) (Istimewa)

Gubernur Aceh itu menyebut, percepatan pembukaan akses darat menjadi prioritas utama untuk memastikan logistik segera menjangkau masyarakat, terutama di desa-desa yang terisolasi.

 

"Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak," terang Mualem. 

 

"Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan," tegasnya.

Baca Juga: Bupati Aceh Tengah Nyatakan 'Tidak Sanggup' Tangani Bencana Darurat Sendirian, 15 Korban Tewas/Hilang

Pembangunan Jembatan Bailey Dikebut

 

Berdasarkan situasi terkini setelah bencana banjir bandang di Aceh, pada Senin, 1 Desember 2025, sejumlah bantuan logistik dan perlengkapan dikabarkan telah mulai masuk ke daerah yang terisolir.

 

Sejumlah daerah yang sebelumnya sulit diakses tim penyelamat, yakni di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.

 

Di sisi lain, skala bantuan masih tergolong minim, karena akses menuju daerah terisolir saat ini hanya dapat dilalui dari jalur udara, karena jalan darat masih banyak yang terputus.

 

Sekda Pemerintah Daerah Aceh, M. Nasir menyebut, terdapat upaya percepatan pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan Bireuen dengan Aceh Utara, sejak Minggu, 30 November 2025. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tria Anggreina Kawulusan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X