Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Ekonomi Kreatif: Talenta Muda RI Siap Go Global

photo author
Jeffry Langi, Sulut Zone
- Kamis, 19 Juni 2025 | 16:02 WIB
Wamenekraf Irene Umar hadiri forum ekonomi kreatif RI-AS tegaskan potensi industri kreatif ekraf sebagai _The New Engine of Growth_, Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (17/6/2025).
Wamenekraf Irene Umar hadiri forum ekonomi kreatif RI-AS tegaskan potensi industri kreatif ekraf sebagai _The New Engine of Growth_, Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Jakarta, sulutzone.com – Pemerintah Indonesia membuka peluang baru bagi pelaku industri kreatif lokal untuk menembus pasar internasional melalui kemitraan strategis dengan Amerika Serikat. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan sektor ekonomi kreatif (ekraf) seperti film, gim, animasi, desain, hingga penerbitan digital.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa ekonomi kreatif merupakan “the new engine of growth” bagi Indonesia yang ditopang oleh generasi muda dan penetrasi digital yang terus meningkat.

“Kemitraan dengan Amerika Serikat akan mempercepat pertumbuhan industri kreatif Indonesia secara signifikan,” ujar Irene dalam sambutannya di US–Indonesia Creative Economy Forum, Selasa (17/6), di Hotel Four Seasons, Jakarta.

Forum yang digagas oleh Kedutaan Besar AS dan US–ASEAN Business Council ini mempertemukan pelaku industri kreatif Amerika Serikat dengan talenta ekraf lokal. Fokusnya adalah menciptakan kerja sama lintas sektor berbasis teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), blockchain, dan platform digital seperti YouTube, Netflix, Roblox, hingga Scholastic.

“Kami ingin anak-anak muda Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tapi juga pencipta dalam ekosistem digital global,” tegas Irene.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu menampilkan karya mereka ke dunia.

“Jangan takut untuk show and express what you have inside. Kalau takut, cari teman, biar maju bareng-bareng,” tambahnya.

Acting Deputy Chief of Mission Kedutaan AS, Jason Rebholz, menyebut ekonomi kreatif sebagai pilar strategis baru dalam hubungan bilateral Indonesia–Amerika Serikat.

“Selama 75 tahun, kita menjadi mitra ekonomi yang kuat. Kini saatnya kita berinovasi bersama melalui ekonomi kreatif,” ujar Jason.

Pemerintah juga menekankan pendekatan inklusif dalam pengembangan industri kreatif. Dengan pendampingan yang tepat, generasi muda diharapkan bisa menjadi pemain global bahkan sebelum masuk dunia kerja secara formal.

Turut hadir dalam forum ini jajaran pejabat Kemenparekraf, termasuk Cecep Rukendi (Deputi Strategis Ekraf), Muhammad Neil El Himam (Deputi Kreativitas Digital & Teknologi), serta Agustini Rahayu (Deputi Kreativitas Media).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jeffry Langi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X