Skandal Ayam Busuk Guncang Program Makan Bergizi Gratis di Manado, Sulawesi Utara

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Minggu, 18 Mei 2025 | 12:44 WIB

Manado, Indonesia - Sebuah insiden memilukan mengguncang program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif unggulan Presiden Prabowo Subianto yang menelan anggaran negara hingga triliunan rupiah. Di Kota Manado, Sulawesi Utara, Yayasan Cahaya Langowan, sebuah organisasi yang bermitra dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan mengelola Titik Dapur Bengkol, tertangkap basah menyajikan makanan berbau busuk kepada ratusan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4/82 Pandu, Kecamatan Mapanget, pada Rabu, 14 Mei 2025. Kejadian ini tidak hanya memicu kemarahan orang tua dan kekhawatiran akan kesehatan anak-anak, tetapi juga membuka lebar dugaan praktik korupsi yang mencoreng program mulia tersebut.

Kepala BGN Pusat Bereaksi: Ingatkan Uji Organoleptik dan Larang Distribusi Makanan Tak Layak

Menyusul mencuatnya skandal ayam busuk di SDN Pandu, Kepala BGN pusat, Dadan Hindayana, dengan tegas mengingatkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membudayakan pengujian organoleptik – penilaian kualitas makanan melalui indera – sebelum makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah. Ia menekankan bahwa makanan yang telah teridentifikasi tidak layak konsumsi dilarang keras untuk dibagikan kepada siswa. "Kami sudah ingatkan agar uji organoleptik dibiasakan. Masakan yang sudah (tidak layak) tidak diusah lanjut dibagikan," tegasnya kepada Kompas.com pada Sabtu, 17 Mei 2025.

Kronologi Mengerikan di Balik Pembagian MBG Busuk di SDN Pandu

Terungkap bahwa Yayasan Cahaya Langowan, yang beroperasi dari Jl SH Sarundajang, Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Manado, memegang peran krusial sebagai SPPG yang bermitra dengan BGN. Ironisnya, yayasan ini bertanggung jawab menyuplai makanan bergizi gratis ke 27 titik sekolah di Manado, mencakup jenjang TK, SD, SMP, dan SMA, dengan perkiraan total penerima mencapai 3000 siswa. Penemuan ayam busuk di SDN Pandu memunculkan pertanyaan besar mengenai kualitas makanan yang diterima oleh ribuan siswa lainnya yang berada di bawah tanggung jawab yayasan yang sama.

Kisah pilu ini bermula dari pengaduan polos seorang murid SDN 4/82 Pandu bernama Putri kepada ibunya sepulang sekolah. "Ma di sekolah kita dikasih makanan busuk," ujarnya. Reaksi cepat sang ibu yang langsung mendatangi sekolah mengungkap fakta yang lebih memprihatinkan. Di sana, ia mendapati tumpukan makanan yang sebagian telah disantap oleh para siswa, sementara sisa makanan yang diduga busuk dikumpulkan dalam tas plastik. Seorang guru di sekolah tersebut dengan jujur membenarkan bahwa lauk ayam dalam paket makanan gratis itu memang sudah mengeluarkan bau tidak sedap dan jelas tidak layak untuk dikonsumsi. "Iya itu Ayam sudah busuk tidak layak di makan," tuturnya. Bahkan, seorang guru lain dengan nada getir mengungkapkan bahwa meskipun tampilan makanan terlihat menarik, namun begitu disantap, rasa busuk ayam sangat terasa. Lebih menyayat hati lagi, guru tersebut mengaku telah mengumpulkan makanannya di dalam tas dengan niatan untuk memberikannya kepada anjing peliharaannya.

Reaksi Cepat Pemerintah Daerah: Pemprov dan Pemkot Turun Tangan, Janji Perketat Pengawasan

Kepala Dinas Pangan Sulawesi Utara, Franky Tintingon, Kepala Dinas Pendidikan Manado, Steven Tumiwa, dan Kepala SPPG Mapanget, Stevano, menunjukkan respons cepat terhadap insiden ini. Franky menjelaskan bahwa SDN Pandu telah menjadi bagian dari program MBG sejak 17 Februari 2025, dan kasus makanan tidak layak ini baru pertama kali terjadi. Sementara itu, Stevano menyatakan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Manado. Hasil investigasi awal menunjukkan bahwa prosedur pengolahan dan penyimpanan makanan di fasilitas SPPG telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Bahkan, sampel daging ayam yang bermasalah telah diuji dan dinyatakan tidak mengandung bahan berbahaya.

Kendati demikian, Stevano bersama tim gabungan dari Pemprov Sulut dan Pemkot Manado sepakat untuk mengambil langkah tegas berupa peningkatan pengawasan dan kontrol kualitas makanan secara menyeluruh dalam program MBG. Langkah ini mencakup pengawasan yang lebih ketat pada setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah. Pemilihan pemasok bahan makanan juga akan dievaluasi dan diperketat untuk memastikan hanya bahan-bahan yang aman dan berkualitas yang digunakan.

Sekolah Bentuk Tim Kontrol Makanan Mandiri, Program MBG di Manado Tetap Berjalan dengan Pengawasan Ekstra

Sebagai respons langsung di tingkat sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Manado, Steven Tumiwa, mengumumkan pembentukan tim khusus di setiap sekolah yang bertugas untuk memeriksa dan memastikan kelayakan MBG sebelum dikonsumsi oleh siswa. Mekanisme ini terbukti efektif di SDN Pandu, di mana guru sigap mendeteksi ayam busuk sebelum jatuh ke tangan siswa. Pemerintah Kota Manado menegaskan bahwa program MBG akan terus berjalan, namun dengan pengawasan yang jauh lebih ketat untuk menjamin hidangan yang diterima siswa benar-benar bergizi dan aman. Pihak sekolah, seperti yang telah dilakukan oleh SDN Pandu, juga diinstruksikan untuk melarang siswa mengonsumsi makanan yang terindikasi tidak layak.

Sidak BGN dan Pengakuan Pihak SPPG: Freezer Bermasalah Jadi Dalih Kelalaian

Pejabat dari BGN pusat didampingi oleh Yayasan Cahaya Langowan Nusantara segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur MBG di Sulawesi Utara, termasuk Titik Dapur Bengkol yang menjadi sorotan utama. Hasil sidak membenarkan adanya kelalaian dalam pendistribusian makanan yang tidak layak. Pihak SPPG Bengkol mengakui bahwa sebagian ayam yang didistribusikan mengeluarkan bau tidak sedap akibat gangguan pada sistem pendingin (freezer). Mereka juga mengklaim telah menarik kembali paket makanan yang bermasalah tersebut dan menggantinya dengan yang baru.

Aduan Siswa Soal Makanan Kotor dan Berbau Dulu Diabaikan, Sikap Arogan Ketua BGN Tuai Kecaman

Informasi yang lebih mengkhawatirkan terungkap bahwa sebelum insiden ayam busuk ini, telah banyak laporan dari siswa kepada orang tua mengenai kualitas makanan MBG yang seringkali kotor dan berbau. Namun, tanggapan dari Ketua BGN Titik Dapur Bengkol, Stefano K, justru dinilai arogan. Ia menyatakan bahwa pihaknya hanya akan menerima laporan resmi dari pihak sekolah, dan mengabaikan aduan langsung dari orang tua murid. Sikap ini menuai kecaman karena dianggap tidak responsif terhadap keluhan penerima manfaat program dan berpotensi menutupi masalah yang lebih besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X