MANADO - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjend TNI (Purn) Yulius Komaling SE, menggelar rapat koordinasi penting dengan seluruh instansi vertikal di provinsi tersebut. Pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut, OJK, Imigrasi, Kantor Pajak, Perbendaharaan, kepala kantor perpajakan, serta jajaran Pemprov Sulut ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi daerah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulut, Steven Liow menyampaikan bahwa rapat ini merupakan langkah strategis pemerintah provinsi dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan regional. Gubernur Komaling dalam arahannya menekankan potensi besar Sulut dalam mengembangkan ekonomi hijau dan biru, serta memanfaatkan letak geografisnya yang strategis sebagai hub perdagangan dan logistik.
"Sulawesi Utara memiliki peluang besar untuk bangkit melalui kekuatan ekonomi hijau dan biru. Letak geografis kita yang strategis akan menjadi hub distribusi energi BBM dan rantai pasok kebutuhan industri serta pangan. Ini akan membuka kesempatan bagi masyarakat Sulut untuk berusaha," ujar Gubernur Komaling, yang disampaikan Liow kepada media ini.
Lebih lanjut, Gubernur menyoroti pentingnya sinergi antar instansi. Beliau mengapresiasi dukungan Imigrasi dalam memberikan pelayanan prima kepada wisatawan, meskipun tetap berpegang pada aturan yang berlaku.
Sektor keuangan dan perbankan juga didorong untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat, terutama petani, nelayan, dan UMKM, dengan tetap memperhatikan regulasi.
Bersama OJK, Pemprov Sulut berupaya membangkitkan perekonomian dengan meninjau regulasi yang menghambat nelayan dan industri perikanan. Langkah-langkah konkret akan diambil untuk memfasilitasi nelayan agar hasil tangkapan ikan dapat menghidupkan industri dan perdagangan perikanan. Begitu pula dengan sektor pertanian, Pemprov akan memperkuat petani nilam melalui dukungan perbankan, dengan catatan agar penanaman nilam tidak dilakukan di lahan sawah padi. Selain itu, ruang bagi koperasi pertambangan rakyat juga akan dibuka.
Secara khusus, Bank Indonesia diminta untuk mengawal perdagangan antar pulau dan iklim investasi di Sulawesi Utara. Gubernur Komaling mengungkapkan rasa syukur atas masuknya investasi sebesar Rp 3,6 triliun melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada bulan ini, yang menunjukkan bahwa investor semakin melirik Sulut sebagai lokasi potensial untuk mengembangkan bisnis dan industri.
Dalam dialog yang konstruktif, seluruh peserta rapat sepakat untuk bersinergi dan patuh pada Asta Cita Presiden dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7%-8%. Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, Gubernur memastikan bahwa jajaran instansi vertikal, khususnya di bidang keuangan, akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
***
Artikel Terkait
Dr. Fransiscus E.Manumpil Dampingi Gubernur Sulut Meyjen (Purn) Yulius Selvanus, SE Menerima KunKer Konsul Jenderal Australia di makassar Todd Dias
Pungli Kelulusan di Manado: DPRD Ancam Tindak Tegas Sekolah Nakal!
Respons Cepat Keluhan Warga, DPRD Talaud Bahas Tuntas Pemadaman Listrik dengan PLN
TNI Jaga Kejaksaan, Kejagung Tegaskan Tak Ada Intervensi dalam Penegakan Hukum
Musyawarah Desa Khusus Lahirkan Koperasi Merah Putih di Pineleng Satu, Fredrik Rengkung Nakhoda Pertama
Reaksi Warganet Atas Rekonstruksi Pembunuhan Verrel Ngangi: Kesedihan dan Kecurigaan Merebak di Media Sosial
Kapolres Kepulauan Talaud Laksanakan Jumat Curhat di Masjid Jabal Rahmah Melonguane.
Dandim 1312/Talaud, Letkol Inf. Sigfried Wellem Panaha, S.Sos Bekali Casis Bintara dan Tamtama Kodim 1312/Tld.
Polres Kepulauan Talaud Gelar Apel Konsolidasi Pengamanan Penetapan Paslon Bupati dan Wakil Talaud.
Pemprov Sulut Arahkan Pengelolaan Pertambangan Rakyat Wajib Berkoperasi dan Patuh Regulasi