Banyak pihak, termasuk pebisnis, investor, hingga wisatawan, bergantung pada Google untuk mendapatkan data kurs sebelum melakukan transaksi.
Jika informasi yang diberikan tidak sesuai dengan kenyataan, hal ini bisa mengakibatkan kerugian finansial, baik dalam skala kecil maupun besar.
Oleh karena itu, sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, Google memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan keakuratan data yang ditampilkan.
Meski Google bukan penyedia data finansial utama, tetap diperlukan mekanisme verifikasi yang ketat untuk menghindari kesalahan serupa di masa mendatang.
Jika hal seperti ini terjadi berulang kali dan tidak segera diperbaiki, Google berisiko dianggap lalai dalam menyajikan informasi akurat kepada publik.
"Dalam era digital saat ini, penyebaran berita palsu atau informasi yang salah dapat menimbulkan ketidakstabilan di berbagai sektor. Oleh karena itu, penting bagi platform digital untuk meningkatkan pengawasan dan akurasi data yang disediakan,” tegas Pratama.
Artikel Terkait
Mendikdasmen Libatkan Sekolah Swasta dalam SPMB, Sebut Daya Tampung Sekolah Negeri Jadi Salah Satu Pertimbangan
Satgas Ops Damai Cartenz-2025 Tangkap DPO KKB di Sentani, Jayapura
Gas LPG 3Kg Sudah Tidak Bisa Lagi Dibeli Di Pengecer, Ini Alasannya
Pramono Anung Pastikan Akan Melarang ASN Jakarta Berpoligami