Guru dan tenaga kependidikan diundang untuk memberikan masukan demi penyempurnaan fitur, sementara mitra teknologi diharapkan dapat menyediakan konten pembelajaran interaktif yang relevan.
Dinas pendidikan, baik pusat maupun daerah, juga diajak untuk memanfaatkan platform ini dalam perencanaan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Hetifah Sjaifudian menegaskan dukungannya terhadap inisiatif ini.
“Kami akan terus mengawal kebijakan pendidikan agar Rumah Pendidikan semakin RAMAH dan memberikan manfaat nyata. Kolaborasi semua pihak adalah kunci untuk memajukan pendidikan Indonesia,” ujarnya.
Fitur Utama Rumah Pendidikan
1. Akses Offline untuk Daerah 3T: Aplikasi ini dirancang untuk mendukung pembelajaran di daerah tertinggal, terluar, dan terdalam (3T) dengan fitur akses offline.
2. Integrasi Layanan Digital: Berbagai layanan digital pendidikan dari semua jenjang kini terintegrasi untuk menciptakan ekosistem yang inklusif dan efisien.
3. Roadmap Transformasi Digital: Pengembangan Rumah Pendidikan dilakukan secara bertahap dengan tujuan akhir berupa layanan penuh yang otomatis dan personalisasi pada tahun 2029.
Sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045, Rumah Pendidikan diharapkan dapat menjadi ekosistem pendidikan digital yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan.
Peluncuran ini menandai langkah besar dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia.
Artikel Terkait
Minyak Urut dari Megawati ke Presiden Prabowo Dibalas Bunga Anggrek saat Sang Ketum PDIP Ulang Tahun, Puan Maharani Sampaikan Ini
Operasi Damai Cartenz: Polri Wujudkan Papua Aman dan Harmonis
Sistem Coretax Banjir Keluhan, Sri Mulyani: Kepada Wajib Pajak, Saya Mengucapkan Maaf
Tidak Punya BPJS Kesehatan Bisa Menikmati Fasilitas Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Ini Caranya