Pertalite Mulai Dibatasi, Pertamina Dorong Transisi Energi

photo author
David Lombogia, Sulut Zone
- Jumat, 30 Agustus 2024 | 20:18 WIB
Per 1 Okober Pertalite akan dibatasi, sosialisasinya akan dimulai September ini (ist)
Per 1 Okober Pertalite akan dibatasi, sosialisasinya akan dimulai September ini (ist)

SULUTZONE -- Mulai 1 Oktober 2024, penjualan BBM subsidi Pertalite akan dibatasi.

Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan BBM subsidi tepat sasaran, dengan fokus pada pengguna yang benar-benar membutuhkan.

Sosialisasi terkait pembatasan ini akan dilakukan secara masif mulai September 2024.

Baca Juga: Massaruwenten Antar Irwan Hasan - Haroni Mamentiwalo Daftar ke KPU Talaud, Ungkapan Hati Keduanya

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menegaskan bahwa pembatasan ini tidak akan mengurangi kuota dan ketersediaan Pertalite di seluruh wilayah Indonesia.

"Pertalite adalah BBM subsidi, sehingga pengaturan oleh regulator dimaksudkan agar tepat sasaran," jelas Heppy.

Pertamina Patra Niaga juga terus berupaya mendukung upaya-upaya subsidi tepat dengan melakukan pendataan pengguna BBM Subsidi melalui pendaftaran QR Code.

Baca Juga: Schneider Electric Mempertegas Komitmen Keberlanjutan di Indonesia melalui Digitalisasi dan Elektrifikasi di Indonesia 4.0 Conference & Expo 2024

Masyarakat diimbau untuk bijak dalam menggunakan BBM subsidi dan membantu pemerintah mengidentifikasi pengguna yang berhak melalui pendaftaran QR Code.

"Kami terus mengintensifkan pendaftaran subsidi tepat Pertalite di wilayah wave 1 yakni Jawa, Madura, Bali (JAMALI) dan sebagian wilayah non-Jamali yaitu Kepri, NTT, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur,” tambah Heppy.

Pertamina Ajak AS Kembangkan Energi Terbarukan

Forum bisnis Indonesia - Amerika Serikat yang berlangsung  di The Mayflower Hotel, Washington DC
Forum bisnis Indonesia - Amerika Serikat yang berlangsung di The Mayflower Hotel, Washington DC (ist)

Di tengah upaya pemerintah untuk mengendalikan konsumsi BBM subsidi, Pertamina juga aktif mendorong pengembangan energi terbarukan.

Dalam Forum Bisnis Indonesia-Amerika Serikat di Washington DC, Pertamina membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra global, khususnya di sektor energi baru terbarukan.

Baca Juga: Hanura Sulut Pilih SKDT, Lanjutkan Pembangunan

"Pertamina menggunakan momen penting ini untuk menyampaikan kebijakan keberlanjutan perusahaan serta membuka peluang investasi dan kerja sama dengan mitra global, khususnya di sektor pengembangan energi baru terbarukan,” ungkap Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso.

Indonesia, dengan potensi sumber daya energi bersih yang besar, menjadi magnet bagi investor internasional. Pertamina terus berupaya meyakinkan dunia internasional untuk mendukung program transisi energi demi mempercepat pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) Siap Berinvestasi

CEO PNRE, John Anis, menjelaskan bahwa PNRE memiliki mandat untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mencapai target penurunan emisi.

Baca Juga: KPU Bolmong Selatan Menyatakan Dokumen Pendaftaran Iskandar Kamaru dan Deddy Abdul Hamid Lengkap Dan Benar

PNRE juga bertujuan untuk menyiapkan bisnis masa depan bagi Pertamina dan memiliki aspirasi untuk menjadi pemimpin dalam membangun ekosistem NZE di Indonesia.

PNRE telah mengalokasikan belanja modal (Capex) yang besar untuk pengembangan energi baru terbarukan.

Hingga tahun 2029, Capex PNRE diproyeksikan mencapai USD 6,2 miliar, dengan fokus pada pengembangan tenaga surya, angin, dan panas bumi.

Baca Juga: KPU Bolmong Menerima Pendaftaran Bakal Paslon Bupati Yusra Alhabsy dan Wakil Bupati Bolmong, Dony Lumenta di Dantor KPU Bolmong

"PNRE berkomitmen untuk mengembangkan bisnisnya.

Oleh karena itu, kami membuka peluang kerja sama dengan mitra domestik maupun internasional, termasuk dari Amerika Serikat,” jelas John Anis.

Komitmen Pertamina untuk Masa Depan

Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca Juga: Cakada RD-Vasung Daftar ke KPU Minahasa

Semua inisiatif ini sejalan dengan penerapan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Pertamina terus berupaya untuk menjadi perusahaan energi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, dengan fokus pada pengembangan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai target energi bersih dan berkelanjutan di masa depan.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: David Lombogia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X