Tentang Penemu Tarsius Pertama di Tongkaina, Sekelompok Remaja Tegaskan Perjelas Sejarah

photo author
Shita SZ, Sulut Zone
- Jumat, 2 Agustus 2024 | 10:45 WIB
Remaja Tongkaina (penemu awal hewan Tarsius di Kelurahan Tongkaina, Manado, Sulawesi Utara Tahun 2021)
Remaja Tongkaina (penemu awal hewan Tarsius di Kelurahan Tongkaina, Manado, Sulawesi Utara Tahun 2021)

SulutZone, Manado - Menjadi bagian dari salah satu catatan sejarah adalah pencapaian yang patut dibanggakan oleh setiap pribadi manusia yang terlibat didalamnya. Manado, 1 Agustus 2024.

Ditemui wartawan, Zulfantri Awumbas dan beberapa remaja lain bercerita pengalaman saat pertama kali menemukan hewan Tarsius di Kelurahan Tongkaina Kota Manado Sulawesi Utara tepatnya di area pantai yang saat ini bernama Pantai Rap-rap. Rap-rap adalah Pantai yang sudah menjadi salah satu titik wisata dan menjadi salah satu area transportasi jalur laut untuk rute Manado - Bunaken.

"Waktu itu kami ada sekitar 8 orang sedang bermain kejar-kejaran di pantai ini, kami awalnya mau cari ikan-ikan kecil untuk kami bawa pulang, maklum kami adalah anak-anak pesisir pantai jadi mainnya di sini," ujar Zulfantri yang biasa disapa Zul.

Kegiatan sore hari menjelang magrib untuk anak-anak pesisir adalah sangat normal jika orang tua mereka menemukan mereka ditepi laut, karena sebagian besar profesi warga sekitar adalah nelayan termasuk sebagian orang tua mereka. Hal ini akhirnya membawa mereka ke dalam hutan mangrove dimana diseberangnya terdapat tambatan perahu atau Jeti (istilah warga lokal).

"Awalnya kami melihat hanya satu ekor, kami penasaran dan kami kejar ke dalam, lalu kami melihat disitu ada beberapa ekor lainnya namun karena kawanan mereka terkejut, kami berhenti mengejar, kasian, jadi kami balik pulang dan melaporkan ke Kakak kami Rivo Patras," tambah Glen salah satu anak laki-laki yang ada dilokasi waktu itu.

Terinformasi bahwa ada sekelompok orang yang mengaku penemu pertama Tarsius di Tongkaina, Rivo Patras pun mengajak anak-anak yang saat itu ada dilokasi penemuan Hewan Langka ini dan mereka pun menjelaskan kronologi penemuan yang melibatkan anak-anak kampung sekitar.

"Kami dengar, ada teman lain yang sudah diabadikan disalah satu media ternama Dunia National Geography, bahwa mereka yang menemukan Tarsius di sini, itu tidak salah, mungkin mereka menemukannya saat mereka berwisata disini, tapi kalau untuk cerita aslinya, kami yang pertama menemukannya sekitar 4 tahun lalu, di tahun 2021, tidak masalah siapa yang menemukan hewan ini, tapi jika informasi ini dianggap dan diabadikan menjadi salah satu sejarah Nasional, kami juga mau dianggap seperti itu, harusnya kami dilibatkan saat membuat pengakuan itu," ujar salah seorang anak yang hadir.

"Jika ini adalah sejarah dalam pariwisata alam Sulawesi Utara, harusnya lebih jelas lagi informasi yang diberikan," tutup mereka.

Informasi ini diambil pada saat hari libur dimana sebagian dari delapan orang saat itu tidak hadir dikarenakan ada yang sudah bekerja diluar kota, diketahui peristiwa penemuan Tarsius waktu itu mereka masih duduk dibangku sekolah dasar, menengah, dan pertama oleh Zulfantri awumbas, Rexcha geirra Lendeon, Glen awumbas, Swinggli patras , Ibrani lumanatak dan Richard isima.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shita SZ

Tags

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X