Menparekraf Luncurkan Platform FIFTY untuk Pembiayaan Teknologi Finansial Pelaku Parekraf

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Jumat, 10 Mei 2024 | 04:56 WIB
Menprekraf Sandiaga Uno menyampaikan sambutannya pada saat peluncuran FIFTY yaitu sebuah platform akses pembiayaan berbasis teknologi finansial di Swiss-bellin Hotel, Bogor, Selasa (7/5/2024). (Dok. Kemenparekraf)
Menprekraf Sandiaga Uno menyampaikan sambutannya pada saat peluncuran FIFTY yaitu sebuah platform akses pembiayaan berbasis teknologi finansial di Swiss-bellin Hotel, Bogor, Selasa (7/5/2024). (Dok. Kemenparekraf)

SulutZone.com - Pada hari Jumat, (07/05/2024), Bogor menjadi saksi sejarah peluncuran platform FIFTY oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Bapak Sandiaga Salahuddin Uno.

FIFTY, singkatan dari Fintech Financing for Tourism and Creative Economy, merupakan sebuah platform pembiayaan berbasis teknologi finansial yang ditujukan untuk para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam acara peluncurannya di Swiss-bellin Hotel, Bogor, Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan bahwa FIFTY merupakan jawaban atas tantangan pembiayaan yang dihadapi oleh UMKM.

Baca Juga: Paus Meminta Umat Katolik Berdevosi Untuk Perdamaian Dunia.

Platform ini memberikan akses pembiayaan teknologi finansial baik dari P2P Lending maupun Securities/ Equity Crowdfunding yang telah berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

FIFTY diharapkan mempermudah pembiayaan bagi para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui pendampingan dan pelatihan yang terstruktur dan masif.

Tujuannya adalah membantu usaha-usaha ini untuk berkembang dan meningkatkan skala bisnisnya dengan lebih pesat.

Baca Juga: Dinilai Berhasil, Indonesia Diminta Berbagi Kunci Sukses di Konferensi Tanah Bank Dunia

UMKM memberikan kontribusi besar dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Sekitar 70% pelaku wisata dan ekonomi kreatif di Indonesia adalah UMKM.

Namun, kendala pembiayaan masih menjadi hambatan utama yang menghalangi perkembangan mereka.

Data menunjukkan bahwa sebanyak 71% UMKM masih mengandalkan modal sendiri, sementara akses dari lembaga perbankan hanya sebesar 16%.

Baca Juga: Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono Kunker di Washington DC

Fakta ini mengindikasikan minimnya akses pembiayaan yang terserap oleh UMKM, padahal sektor UMKM menyerap sekitar 97,3% dari total tenaga kerja nasional.

Menparekraf/Kabaparekraf melalui Direktorat Akses Pembiayaan Deputi Bidang Industri dan Investasi memperkenalkan FIFTY sebagai solusi inovatif untuk mengatasi tantangan pembiayaan ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Sumber: Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Dikabarkan Kunjungi Sulut

Jumat, 8 Mei 2026 | 09:38 WIB
X