Pada penderita diabetes, gula darah tinggi akan menarik air sehingga frekuensi buang air kecilnya akan semakin sering.
5. Gagal jantung kongestif
Pada siang hari karena gravitasi, jantung tidak bisa bekerja dengan normal sehingga banyak cairan menumpuk di kaki.
Baca Juga: Tersiksa Karena Insomnia? Coba Lakukan Metode Pernapasan Ini, Simak Baik-baik!
Saat malam hari ketika berbaring, penumpukan cairan di siang hari tadi akan balik ke darah untuk dipompa jantung, disaring ginjal akhirnya bisa menyebabkan frekuensi buang air kecil lebih sering.
6. Sleep apnea
Sleep apnea merupakan kondisi dimana seseorang bisa terhenti bernafas beberapa detik ketika sedang tidur.
Ketika mengalami sleep apnea, tubuh akan berusaha mencari cara untuk tubuh bisa bernafas.
Otot jantung akan meregang untuk memompa lebih banyak darah yang kaya akan oksigen.
Baca Juga: Waktu Terbaik Melakukan Hubungan Suami Istri Menurut Praktisi Kesehatan, Begini Manfaatnya
Kondisi ini akan memicu kerja hormon Atrial Natriuretic Peptide yang meningkatkan produksi urine sehingga akan lebih sering buang air kecil.
7. Obat-obatan deuretik
Obat-obatan untuk penyakit hipertensi dan penyakit jantung ada yang sifatnya deuretik
Artinya ini bisa meningkatkan frekuensi kencing atau buang air kecil di malam hari.
Ketika sering terbangun di malam hari, saat mengonsumsi obat-obatan yang sifatnya deuretik bisa dikonsultasikan ke dokter agar bisa dirubah jam minum obatnya.