Pertama kali muncul di musim lalu saat Stefan Cooke mengenalkan rok denim pria kepada publik, tren itu juga bersamaan dengan motif “pinstripe” atau garis-garis karya merek Luar yang ditargetkan untuk remaja pria.
Dari momen itu, peragaan busana menjadi panggung bagi rok denim, rok motif tartan, dan rok wol yang banyak pula diperagakan oleh merek papan atas seperti Gucci hingga Etro di musim ini.
Baca Juga: Sopan Selama Persidangan Menjadi Alasan Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara
Model-model Gucci telah mengenakan berbagai macam rok sejak Alessandro Michele menjadi direktur kreatif Gucci pada tahun 2015. Sejak itu Gucci rutin mengeluarkan berbagai macam rok bagi pria.
Sebaliknya, jenama Martine Rose mengambil rute yang berbeda, yaitu memunculkan kembali gaya rok tahun 80 dan 90-an yang merupakan gabungan bahan denim, satin, dan ikat pinggang.
Dari seluruh inovasi itu, tampaknya alur fesyen saat ini mengarah pada sisi eksplorasi diri mengesampingkan sisi feminim ataupun maskulin yang kerap disematkan pada satu gender saja.
Baca Juga: Sama Dengan Kuat Ma'ruf, Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara
Penggunaan rok menjadi angin segar di dunia fesyen pria dan dapat dikenakan sehari-hari, bukan hanya dalam peragaan busana. Rok juga dapat melambangkan kepribadian dan menjadi nuansa ekspresi seseorang.***