internasional

Perang Dagang AS-China: Menuju Resolusi Damai, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Global?

Senin, 12 Mei 2025 | 21:42 WIB
Perang Dagang AS China

Sulutzonecom -- Pekan ini, terdapat pembicaraan penting antara Amerika Serikat (AS) dan China terkait perang dagang yang telah berlangsung lama. Meskipun kedua negara ini pernah terlibat dalam ketegangan yang tajam, ada harapan bahwa pembicaraan ini bisa membuka jalan bagi penyelesaian damai.

Pembicaraan yang Maju di Jenewa
Pembicaraan yang berlangsung pada Minggu, 11 Mei 2025, dilaksanakan di Jenewa, Swiss, tepatnya di kediaman Duta Besar Swiss untuk PBB. Para pejabat tinggi AS, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent dan Perwakilan Perdagangan Jamieson Greer, bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng. Dalam pertemuan tertutup ini, kedua belah pihak mengungkapkan kemajuan yang substansial.

"Kami telah membuat kemajuan signifikan dalam pembicaraan ini," ujar Bessent setelah pertemuan. Meskipun dia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai hasil diskusi, dia menjanjikan informasi lebih lanjut pada hari Senin.

Di sisi lain, Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, menekankan bahwa pertemuan tersebut sangat konstruktif dan positif. Ia menggambarkan pembicaraan sebagai "terus terang, mendalam, dan konstruktif," menandakan langkah pertama yang penting dalam menyelesaikan ketegangan perdagangan ini.

Dampak Perjanjian Baru dan Tarif Impor
Sebelum pembicaraan, Presiden AS Donald Trump sempat mengindikasikan bahwa ia mungkin akan menurunkan tarif yang diberlakukan terhadap barang-barang China. Trump menyatakan bahwa 80% tarif tersebut merupakan angka yang ideal. Ini muncul setelah AS mencapai kesepakatan perdagangan dengan Inggris, negara pertama yang berhasil bernegosiasi dengan Trump. Kesepakatan tersebut meskipun memberi keringanan bea masuk untuk beberapa barang, namun tarif 10% tetap diberlakukan untuk sebagian besar barang Inggris.

China: Raksasa Ekonomi Dunia
Dalam dua dekade terakhir, China telah meraih dominasi ekonomi global. Berdasarkan data dari Biro Statistik AS dan Kantor Bea Cukai China, perdagangan China tumbuh secara signifikan, menandakan bahwa Beijing tidak terlalu terpengaruh oleh ancaman tarif AS. Di sisi lain, AS tampaknya semakin tertekan oleh ekspansi China di pasar global.

Pada 2024, nilai perdagangan China dengan dunia menembus angka US$ 6,2 triliun, melampaui nilai perdagangan AS yang tercatat sebesar US$ 5,3 triliun. Sejak 2000, perdagangan China telah melonjak lebih dari 1.200%, sementara perdagangan AS hanya tumbuh 167%. Hal ini menegaskan posisi China yang kini memimpin sebagai penguasa perdagangan dunia sejak 2012.

Dinamika Perdagangan Indonesia
Dalam konteks perdagangan Indonesia, data menunjukkan bahwa Indonesia memiliki hubungan perdagangan yang semakin kuat dengan kedua negara. Nilai perdagangan Indonesia dengan AS pada tahun 2000 tercatat sekitar US$ 12,8 miliar, dan pada 2024 meningkat menjadi US$ 38,3 miliar. Di sisi lain, perdagangan Indonesia dengan China melonjak hampir 1.900% selama periode yang sama, dari US$ 7,5 miliar pada 2000 menjadi US$ 148 miliar pada 2024.

Tags

Terkini