hukrim

Kebakaran Hutan Kalsel Makin Membara Dekati RSJ Sambang Lihum, 167 Pasien Terpaksa Dievakuasi!

Rabu, 23 September 2026 | 22:51 WIB
Kebakaran di sekitar area RSJ Sambang Lihum, Banjar, Kalimantan Selatan. (Threads/keslingrsjsambanglihum)

Sulutzone.com — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerpa wilayah Kalimantan Selatan kian meluas hingga mengancam fasilitas umum masyarakat. Pada Selasa (22/9/2026), kobaran api dilaporkan makin mendekati komplek bangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Paparan kabut asap pekat serta kobaran api yang membara di sekitar gedung rawat inap memicu kepanikan, hingga memaksa manajemen rumah sakit melakukan evakuasi darurat terhadap para pasien.

Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora, mengonfirmasi bahwa sedikitnya 167 pasien telah dipindahkan ke area gedung internal yang dinilai masih aman dari paparan asap.

"Sejak pekan lalu kebakaran merambah areal rumah sakit dan semakin parah, sehingga pasien harus kita evakuasi ke ruang-ruang yang masih aman," jelas Yuddy kepada awak media, Rabu (23/9/2026).

Guna mengantisipasi situasi yang memburuk, manajemen RSJ Sambang Lihum juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Pemprov Kalsel untuk menyiapkan skema evakuasi eksternal.

"Kami sudah koordinasi dengan Dinsos dan salah satu fasilitas yang disiapkan adalah aula Balai Rehabilitasi Sosial yang mampu menampung sekitar 150 orang," tambah Yuddy.

Karakteristik Lahan Gambut Picu Api Cepat Merembet

Yuddy memaparkan bahwa kerentanan kawasan RSJ Sambang Lihum terhadap kebakaran dipicu oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Dari total area seluas 20 hektare, baru sekitar 6 hektare yang dimanfaatkan untuk infrastruktur rumah sakit, sedangkan 14 hektare sisanya masih didominasi semak belukar dan lahan gambut berhutan.

Kondisi vegetasi gersang di atas tanah gambut menyebabkan titik api mudah muncul dan meluas dengan cepat, terutama saat tertiup angin kencang.

Pemprov Kalsel Lakukan Land Clearing dan Mendirikan Posko

Menanggapi krisis bencana di area medis tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin meninjau langsung lokasi kejadian pada Rabu (23/9/2026). Pihaknya mendirikan posko siaga penanganan karhutla serta menginstruksikan tim gabungan untuk segera melakukan pembersihan lahan secara menyeluruh.

"Kita mulai posko di sini. Kemudian besok kita clean clearing di sini, supaya jangan ada lagi asap. Kalau sudah ada api, habis itu dipadamkan, ada lagi api hari ini. Jadi terpaksa kita clean clearing supaya di sekitar ini tidak ada lagi," tegas Muhidin saat memimpin upaya pemadaman di area RSJ Sambang Lihum.

Data Ringkasan Peristiwa Karhutla RSJ Sambang Lihum

Parameter Peristiwa Detail Keterangan
Lokasi Kejadian RSJ Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
Waktu Puncak Kritis Selasa – Rabu, 22–23 September 2026
Jumlah Pasien Terdampak 167 Pasien (Evakuasi Internal)
Luas Area RSJ Total 20 Hektare (14 Hektare Berstatus Berhutan/Gambut)
Lokasi Relokasi Cadangan Aula Balai Rehabilitasi Sosial Dinsos (Kapasitas 150 Orang)
Langkah Penanganan Pendirian Posko Darurat & Pembersihan Lahan (Land Clearing)

Tags

Terkini