Melonguane, Sulutzone.com – Mengantisipasi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap mengintai di musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud menggelar Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Karhutla secara khidmat di Lapangan Upacara Kantor Bupati, pada Senin (31/8/2026).
Apel yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 1312/Talaud, Letkol Arh Yanuar Yudistira, S.T., ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan daerah dalam melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Anisya G. Bambungan, SE, Kapolres Kepulauan Talaud, Sekretaris Daerah, serta jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas lingkup Pemkab Talaud.
Dalam amanatnya, Dandim 1312/Talaud menekankan bahwa penanggulangan Karhutla bukan hanya tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab kolektif yang memerlukan sinergi kuat antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat.
Hadir dalam barisan pasukan tersebut personil dari TNI, Polri, ASN Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, hingga perwakilan siswa sekolah. Kehadiran elemen pelajar menunjukkan upaya edukasi dini bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab generasi masa kini dan mendatang.
Gelar pasukan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam strategi pencegahan (preventif) maupun pemadaman (represif). Dengan adanya komando gabungan yang jelas, diharapkan respons terhadap laporan kebakaran dapat dilakukan dalam hitungan menit, sehingga api tidak sempat meluas dan merusak ekosistem serta menimbulkan gangguan kesehatan akibat asap.
"Kesiapan alat dan personel sudah maksimal. Kini, kita butuh kesadaran warga. Mari jaga hutan dan lahan kita agar Talaud tetap hijau, sehat, dan asri," ujarnya.
Melalui momentum ini, Pemkab Kepulauan Talaud berkomitmen untuk terus melakukan patroli rutin, sosialisasi bahaya Karhutla, serta memastikan ketersediaan logistik dan alat pemadam di setiap kecamatan guna menjamin keamanan wilayah perbatasan dari bencana ekologis.