Talaud, Sulutzone.com - Guna mengantisipasi dampak musim kemarau yang makin meluas, Babinsa Desa Birang dari Koramil 1312-01/Kabaruan,Kopka Pithein Suluge,turun langsung memantau kondisi perkebunan warga di Kecamatan Damau pada Sabtu, 29/8/2026.
Langkah ini diambil untuk melihat dari dekat dampak kekeringan sekaligus memberikan imbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan,fenomena kemarau yang telah berlangsung selama lebih dari dua bulan ini menyebabkan hilangnya pasokan air tanah secara drastis. Kondisi tersebut merusak produktivitas komoditas unggulan warga
Kerusakan Tanaman : Sebagian besar komoditas perkebunan utama seperti pohon pala, cengkih, dan tanaman budidaya lainnya mengering hingga terancam mati.
Potensi Kebakaran : Tumpukan daun dan ranting kering di area perkebunan menciptakan potensi bahan bakar yang sangat mudah terpicu api.
Di sela-sela peninjauannya, Kopka Pithein Suluge berdialog langsung dengan para petani dan mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama selama cuaca ekstrem ini berlangsung.
"Kemarau sudah berjalan dua bulan lebih dan dampaknya sangat terasa, banyak tanaman pala dan cengkih warga yang mengering. Dalam kondisi rapuh seperti ini, gesekan kecil atau kelalaian sekecil apa pun bisa memicu kebakaran besar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan dan sama sekali tidak membuka lahan dengan cara dibakar," tegas Kopka Pithein Suluge.