JAKARTA — Komisi III DPR RI mengungkapkan perkembangan terbaru dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset terkait Tindak Pidana. Komisi Hukum DPR menyepakati terdapat 13 jenis tindak pidana khusus yang masuk dalam daftar ruang lingkup perampasan aset.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menjelaskan bahwa penetapan 13 sektor kejahatan ini berdasar pada hasil pendalaman materi, masukan dari para ahli, serta perbandingan regulasi non-conviction based asset forfeiture (perampasan aset tanpa putusan pidana) di beberapa negara.
"Para ahli hukum menyampaikan bahwa tindak pidana yang diatur sebaiknya merupakan tindak pidana yang bermotif ekonomi, merugikan negara dan masyarakat luas, atau memiliki tingkat keseriusan tinggi dan berdampak pada publik secara ekonomi," tegas Habiburokhman dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Studi Komparasi Internasional
Dalam proses pengkaji annya, Komisi III DPR membandingkan penerapan aturan serupa di berbagai negara percontohan. Di Selandia Baru misalnya, mekanisme perampasan aset tanpa putusan pidana diberlakukan untuk kejahatan signifikan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun dan nilai kerugian di atas NZ$30 ribu. Prinsip senada juga diterapkan di Singapura, Filipina, Swiss, Paraguay, Uruguay, hingga Belanda.
Habiburokhman memastikan penyusunan RUU ini dilakukan secara komprehensif dan partisipatif agar menghasilkan regulasi yang efektif, proporsional, serta berkeadilan.
Daftar 13 Tindak Pidana dalam RUU Perampasan Aset
| No | Jenis Tindak Pidana | No | Jenis Tindak Pidana |
| 1 | Tindak Pidana Korupsi | 8 | Tindak Pidana di Bidang Perpajakan |
| 2 | Tindak Pidana Narkotika dan Psikotropika | 9 | Tindak Pidana di Bidang Perbankan |
| 3 | Tindak Pidana Terorisme | 10 | Tindak Pidana di Bidang Perasuransian |
| 4 | Tindak Pidana Penyelundupan Manusia | 11 | Tindak Pidana di Bidang Pertambangan |
| 5 | Penyelundupan Senjata, Amunisi & Bahan Berbahaya | 12 | Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan |
| 6 | Tindak Pidana di Bidang Kehutanan | 13 | Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) |
| 7 | Tindak Pidana di Bidang Lingkungan Hidup |
Artikel Terkait
Hijaukan Bumi Porodisa: Dandim 1312/Talaud, Letkol Arh. Yanuar Yudistira, S.T, Tanam Pohon di SMK Negeri 1 Melonguane Lewat Karya Bakti Skala Besar
Sigap Cegah Meluasnya Api: Personel Polsek Beo dan Warga Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Pantai BBC
Kapolsek Motoling AKP Betsy Lumi Minta Peran Aktif Orang Tua dan Sekolah Cegah Anak di Bawah Umur Mengemudi Roda Dua
PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Kota Palu, PLN Hadirkan SPKLU Center Fast Charging di PLN UP3 Palu
Gebrakan Awal Kejari Talaud: Baru Sepekan Menjabat, Andi Fitriani Tetapkan Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah Dinas PUTR
Babinsa Koramil 1312-01/Kabaruan Tinjau Perkebunan Warga Desa Birang,Imbau Kewaspadaan Kebakaran di Tengah Kemarau Panjang
Babinsa Koramil 1312-03/Beo Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Masjid ASY-Syuhada Di Kepulauan Talaud
Babinsa Koramil 04/Rainis Pantau Dan Bantu Sumur Bor Warga Binaan
Inovasi Pengawasan Perbatasan: Wabup Anisya Bambungan Luncurkan SITUNA SIGAP & Desa Binaan Imigrasi di Bowombaru