Talaud, Sulutzone.com – Dalam upaya memperkuat kedaulatan negara di wilayah terdepan, Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Anisya G. Bambungan, S.E., bersama Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) peluncuran sistem SITUNA SIGAP (Sistem Integrasi Gerak Aduan Pelaporan) serta mencanangkan Desa Bowombaru sebagai Desa Binaan Imigrasi. Kegiatan strategis ini berlangsung pada Kamis (27/8/2026), menandai babak baru kolaborasi sinergis antara Pemerintah Daerah dan instansi vertikal keimigrasian.
Kehadiran Wabup Anisya Bambungan didampingi oleh jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator Pemkab Talaud menegaskan komitmen daerah untuk tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat "infrastruktur keamanan" melalui teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
Wakil Bupati Anisya G. Bambungan dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas terobosan strategis yang digagas oleh Kantor Imigrasi Tahuna. Ia menilai bahwa SITUNA SIGAP adalah solusi cerdas untuk mengatasi tantangan geografis dan keterbatasan personel di wilayah kepulauan.
Dengan sistem ini, setiap elemen masyarakat dan aparat desa memiliki kanal langsung untuk melaporkan aktivitas mencurigakan terkait lalu lintas orang asing, sehingga respons penegakan hukum dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
Selain aspek teknologi, pencanangan Desa Bowombaru sebagai Desa Binaan Imigrasi menjadi fokus utama dalam pendekatan preventif. Desa ini dipilih sebagai model percontohan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan risiko menjadi Pekerja Migran Non-Prosedural (PMNP).
Melalui program binaan ini, warga akan dibekali pengetahuan tentang prosedur resmi bekerja ke luar negeri, cara mengenali modus operandi calo ilegal, serta pentingnya dokumen perjalanan yang sah. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat yang cerdas, waspada, dan tidak mudah terjebak dalam jaringan kejahatan lintas negara.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna menyatakan bahwa keberhasilan pengawasan keimigrasian sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi melalui PKS ini diharapkan dapat menekan angka pelanggaran keimigrasian dan melindungi warga Talaud dari eksploitasi tenaga kerja ilegal.
"Keamanan perbatasan bukan hanya tugas imigrasi atau TNI-Polri, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan SITUNA SIGAP dan Desa Binaan, kita bangun benteng pertahanan dari akar rumput," pungkasnya.
Sistem Integrasi Gerak Aduan Pelaporan adalah platform digital yang menghubungkan masyarakat, perangkat desa, dan instansi keimigrasian untuk memudahkan pelaporan aktivitas orang asing secara real-time, guna mencegah pelanggaran keimigrasian dan tindak pidana lintas negara.
Artikel Terkait
Tingkatkan Kesejahteraan Warga, Babinsa Bantu Pembangunan Penerima RTLH
Hijaukan Bumi Porodisa: Dandim 1312/Talaud, Letkol Arh. Yanuar Yudistira, S.T, Tanam Pohon di SMK Negeri 1 Melonguane Lewat Karya Bakti Skala Besar
Sigap Cegah Meluasnya Api: Personel Polsek Beo dan Warga Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Pantai BBC
Kapolsek Motoling AKP Betsy Lumi Minta Peran Aktif Orang Tua dan Sekolah Cegah Anak di Bawah Umur Mengemudi Roda Dua
PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Kota Palu, PLN Hadirkan SPKLU Center Fast Charging di PLN UP3 Palu
Gebrakan Awal Kejari Talaud: Baru Sepekan Menjabat, Andi Fitriani Tetapkan Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah Dinas PUTR
Babinsa Koramil 1312-01/Kabaruan Tinjau Perkebunan Warga Desa Birang,Imbau Kewaspadaan Kebakaran di Tengah Kemarau Panjang
Babinsa Koramil 1312-03/Beo Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Masjid ASY-Syuhada Di Kepulauan Talaud
Babinsa Koramil 04/Rainis Pantau Dan Bantu Sumur Bor Warga Binaan