SULUTZONE.COM, MANADO – Praktik melawan arus atau "curi jalur" yang dilakukan oknum pengendara di titik-titik krusial Kota Manado kini menjadi sorotan tajam. Salah satu lokasi yang dinilai sangat rawan adalah belokan masuk jalan Sea.
Ketiadaan pengawasan ketat di area ini diduga membuat pengendara semakin berani mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain, hingga memicu kecelakaan serius.
Keresahan ini diperkuat oleh pengakuan seorang warga yang menjadi korban keganasan jalur tersebut.
Baca Juga: Cerita Warga Aceh Tamiang saat Bertahan di SPBU ketika Banjir Terjadi: 6 Hari Nggak Makan
Kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Polresta Manado ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi aparat kepolisian untuk melakukan penataan dan penertiban rutin guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Berdasarkan kesaksian korban, insiden terjadi saat kondisi jalan lurus arah rumah sakit tertutup oleh barisan mobil yang parkir di bahu jalan.
Hal ini menciptakan blind spot (titik buta) yang sangat berbahaya. Ketika korban mencoba menyeberang dengan asumsi jalanan kosong, sebuah sepeda motor dengan kecepatan tinggi meluncur dari arah yang salah.
"Waktu ditabrak motor dari samping itu, saya sampai berputar lima kali karena kecepatan motor itu tinggi. Untung saja saya terpelanting, kalau tidak, mungkin tulang saya sudah patah," ungkap korban saat mengenang kembali detik-detik mengerikan tersebut.
Meski tidak mengalami patah tulang, korban sempat dilarikan ke rumah sakit dan kehilangan kemampuan berjalan selama seminggu.
Butuh waktu satu bulan masa pemulihan dengan pengobatan tradisional agar korban bisa kembali menyeret kakinya untuk berjalan pelan.
Kawasan belokan arah jalan Sea memang kerap dikeluhkan warga karena banyaknya pengendara yang enggan memutar jauh dan lebih memilih mengambil jalan pintas dengan melawan arus.
Polresta Manado diharapkan dapat menurunkan personel di jam-jam sibuk atau memasang pembatas jalan permanen agar praktik "curi jalur" ini tidak terus berlanjut.
Selain masalah lawan arus, penertiban terhadap kendaraan yang parkir di area belokan juga menjadi tuntutan warga.
Artikel Terkait
Insiden Viral Sound Horeg Tenggelam di Sidoarjo: Diduga Oleng Akibat Beban 1 Ton hingga Tercemplung ke Sungai
Polisi Ungkap Pelajar yang Alami Kecelakaan di Jaktim Meninggal Dunia, Sempat Dievakuasi ke RS Kramat Jati
Jalan Tergenang Banjir hingga Jembatan Gantung yang Lapuk, Pelajar di Lampung Tengah Ngadu ke Presiden: Ini Perjuangan Kami ke Sekolah Pak Prabowo
Viral Penonton Konser Soraki Pria yang Diduga Maling Helm di Malang, Warganet: Ini Lebih Sakit Dibanding Dipukuli
Nadiem Makarim Bongkar Skema Pengadaan Chromebook via E-Katalog, Beberkan soal Tanggung Jawab LKPP
2 Tahun Bungkam, Ibunda Keisya Levronka Kini Menagih Tanggung Jawab Kampus usai Kecelakaan yang Dialami Putranya
Serba-serbi Boneka 'Kuda Menangis' yang Laku Jelang Imlek 2026: Wakili Raut Wajah Karyawan saat Kerja, Senyum Kalau Sudah Pulang
Pria Penendang Kucing di Blora Diperiksa Polisi, Advokat Sekaligus Mantan ASN yang Kini Terancam 1,5 Tahun Penjara
Guru Honorer Asal Blitar Ini Unggah Video soal Gaji yang Didapat, Warganet: untuk Pemangku Jabatan Biar Sadar Kesejahteraan
Cerita Warga Aceh Tamiang saat Bertahan di SPBU ketika Banjir Terjadi: 6 Hari Nggak Makan