Pembakaran limbah medis secara mandiri, apalagi tanpa insinerator berstandar tinggi, sangat berisiko.
Baca Juga: Sangat Lucu! Air dari Proyek SPAM Likupang Tidak Kunjung Mengalir, BPPW Sulut Salahkan BWS
Proses pembakaran yang tidak sempurna dapat melepaskan zat-zat berbahaya seperti dioksin, furan, dan merkuri ke udara, yang bisa memicu gangguan pernapasan, kanker, dan masalah kesehatan lainnya bagi warga di sekitar lokasi pembakaran.
Potensi Bahaya dan Desakan untuk Investigasi
Pakar lingkungan dan masyarakat mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Sulawesi Utara untuk segera melakukan investigasi.
Praktik ini dinilai membahayakan kesehatan publik dan berpotensi mencemari lingkungan.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh fasilitas kesehatan di Sulawesi Utara untuk mematuhi regulasi pengelolaan limbah medis yang sudah ditetapkan demi menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Untuk berita dan informasi terkini lainnya seputar Manado dan Sulawesi Utara, kunjungi terus SulutZone.com.
Artikel Terkait
Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, Wakil Bupati Talaud Pimpin Aksi Bersih-bersih Sampah
Ketua Sinode GERMITA Apresiasi FK PKB PGI Gelar Konas di Tomohon, Dorong Peran Kaum Bapa untuk Bangsa
Tingkatkan Daya Saing Global: Nelayan Talaud Dilatih Bikin Perahu Fiberglass dan Olah Ikan Standar Ekspor
Wabup Anisya Bambungan Buka Festival Paduan Suara GERMITA, Tekankan Peran Ibu dan Sinergi Gereja-Pemerintah
Polsek Kabaruan Jaga Stabilitas Harga Lewat Gerakan Pangan Murah
Sangat Lucu! Air dari Proyek SPAM Likupang Tidak Kunjung Mengalir, BPPW Sulut Salahkan BWS
Talaud Kuatkan Toleransi, Wabup Anisya Ajak Lintas Agama Kerja Bakti Bangun Rumah Ibadah
Wabup Anisya Ajak Jemaat GERMITA Jadikan HUT Ke-13 Momentum Perkuat Pelayanan dan Persaudaraan"
Pekerjaan Proyek Air Baku Makalisung di Tomohon Senilai Rp11,9 Miliar Diduga Tak Sesuai RAB, Deisy Rares Akui Hal Itu
Tingkatkan Keamanan, Polisi Nanusa Imbau Warga Dukung Harkamtibmas