Seorang mahasiswa, Moses Gatutkaca, ditemukan sekarat dengan luka parah di kepala dan tangan patah.
Ia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Sementara itu, seorang warga Bantul bernama Slamet mengalami gegar otak berat dan harus dirawat di rumah sakit Panti Rapih.
Seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bernama Arief juga mengalami luka-luka setelah dianiaya aparat.
Baca Juga: Gamer Fat Cat, Akhir Tragis Karena Cinta
Peristiwa Gejayan adalah pengingat yang menyakitkan tentang sejarah Indonesia. Namun, itu juga menjadi simbol keberanian dan semangat perjuangan mahasiswa dalam menuntut reformasi dan perubahan.
Walaupun tragis, peristiwa ini harus tetap kita ingat sebagai bagian dari sejarah bangsa kita. Sebagai pengingat bahwa dalam menuntut perubahan, kita harus siap menghadapi segala risiko dan konsekuensinya.