Penulis Opini : Steaven Dandel
SULUTzone.com -
Di Tahun yang hampir lewat ini, Tuhan mengijinkan kita untuk menyaksikan lagi kemahakuasaanNya.
Semalam sewaktu berada di lokasi tempat evakuasi korban kebakaran, ada seorang teman wartawan yang nyeletuk: "Kalau Pak Sekda so biasa dengan kantong kantong jenazah bagini kua".
Sambil termenung meresapi seloroh tersebut, kami mengenang masa masa sewaktu masih jaga IGD sebagai Dokter Muda.
Menyaksikan dengan mata kepala sendiri, bagaiamana transiennya manusia itu.
Ada yang datang ke IGD berjalan kaki, masih senyam-senyum, 12 jam kemudian di dorong dengan brankar ke Kamar Jenazah.
Tetapi ada juga yang datang bersimbah darah, dipanggul orang, tapi seminggu kemudian bisa pulang bersama dengan keluarga.
Teringat juga sewaktu jaga di Ruang Perawatan Insentif anak, baru saja beranjak setelah selesai melakukan pemeriksaan tanda vital terhadap seorang anak perempuan berusia 9 tahun.
Tiba tiba ibunya berteriak karena sang Anak telah menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Di usia yang masih muda, kami telah diberikan pemahaman oleh Sang Pencipta tentang Yakobus 4 ayat 14.
"Apalah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap".
Menatap kantong kantong jenazah ini, membuat kita merenung begitu dalamnya.
Tiga jam sebelum berada di dalam kantong jenazah ini, Oma Opa ini baru saja menikmati makan malam, sebelum kemudian beranjak tidur.