Ternyata ini adalah makan malam terakhir mereka.
Manusia ...oh manusia, engkau hanya seperti debu, seperti sekam, seperti uap.
Sekali dihembuskan angin tidak ada lagi yang tersisa darimu.
Maka tak pantaslah seorang manusia mengagungkan dirinya, menganggap dirinya hebat, tak terkalahkan, menyakiti makhluk ciptaan yang lain.
Karena ketika tiba saatnya engkau juga menjadi seperti uap.
Hanya dengan berpaut kepada sumber Kehidupan itu sendiri, kita dapat berharap keselamatan abadi dariNya.
Turut berdukacita yang sedalam dalamnya atas meninggalnya 16 penghuni Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomut.
Kemah mereka telah dibongkar di dunia ini tetapi haribaannya yang abadi telah selesai di bangun di kekekalan.
***/opini
Artikel Terkait
Mengenal Joko Supratikto: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut yang Miliki Harta Fantastis
Setelah Solafide, Kini Komisariat Justitia Keluarkan Juga Mosi Tidak Percaya ke Prayer Paruntu
Kebakaran Panti Jompo: 16 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia, Wawali Manado Katakan Ini
"NKRI Harga Mati! Prajurit Teritorial Miangas Tetap Siaga Patroli di Tengah Suasana Natal"
Jenguk Lansia Korban Kebakaran Panti Werda, Richard Sualang Pastikan Pelayanan Medis Terjamin
Tepis Dugaan Pelanggaran BBM Subsidi di SPBU Tateli, Pertamina Patra Niaga Lakukan Investigasi Khusus
Bank SulutGo Ucapkan Selamat Natal 2025
Jaga Kondusivitas Wilayah, Koramil dan Polsek Kabaruan Gelar Patroli Gabungan Pasca Natal
Tragedi Kebakaran Panti Jompo di Manado: Polda Sulut Kirim Sampel DNA 16 Korban ke Jakarta
Beri Ucapan Natal dan Tahun Baru 2026, Cherish Harriette Mokoagow Tebarkan Pesan Harapan untuk Masyarakat Sulut