Inilah yang saya sebut sebagai lahirnya creator pers.
Mereka tetap menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi menggunakan bahasa, format, dan distribusi yang sepenuhnya digital. Mereka tidak sedang meninggalkan jurnalisme. Mereka justru sedang menyelamatkan jurnalisme agar tetap relevan di tempat audiens berada.
Karena itu, rasanya kurang tepat jika regulasi masih memandang media hanya dari perspektif perusahaan pers konvensional. Ekosistemnya sudah berubah. Cara kerja redaksinya berubah. Distribusi kontennya berubah. Model bisnisnya berubah. Bahkan perilaku konsumsi informasi masyarakat juga berubah total.
Anak muda hari ini lebih dahulu membuka TikTok dibanding halaman depan portal berita. Mereka lebih sering menemukan berita melalui algoritma dibanding melalui alamat website. Mereka mengonsumsi informasi dalam bentuk video satu menit, bukan lagi artikel panjang. Menolak kenyataan ini sama saja dengan membiarkan pers kehilangan generasi pembacanya sendiri.
Yang dibutuhkan bukanlah mempertahankan definisi lama, melainkan memperluas cara pandang terhadap ekosistem pers.
Sudah saatnya ukuran profesionalisme bergeser dari sekadar ukuran organisasi menuju ukuran akuntabilitas. Fokusnya bukan berapa besar kantornya, melainkan bagaimana proses verifikasi faktanya. Bukan berapa banyak pegawainya, melainkan apakah ia mematuhi Kode Etik Jurnalistik. Bukan apakah medianya hadir di satu platform atau sepuluh platform, melainkan apakah produk jurnalistiknya dapat dipercaya.
Pers harus diukur dari kualitas karya, bukan nostalgia terhadap bentuk organisasinya.
Artikel Terkait
Tingkatkan Ketahanan Ekonomi, BRI Peduli Beri Pelatihan Kewirausahaan Bagi Puluhan Purna Pekerja Migran Indonesia di Cirebon
Bunga untuk Pahlawan: Polres Talaud Gelar Upacara Khidmat di Perairan Perbatasan Sambut HUT Bhayangkara ke-80
Apresiasi Dedikasi Loyalitas: Kapolres Talaud Ledak Upacara Kenaikan Pangkat 26 Personel, Tekankan Etos Kerja Ikhlas
Perkuat Kinerja Kelistrikan, PLN dan Polda Sulawesi Tengah Sepakat Tingkatkan Kolaborasi Strategis
PLN Suluttenggo "Duduk Bareng" Media, Apa yang Dibahas?
PLN Suluttenggo Dorong Warga Gunakan PLN Mobile: Urusan Listrik Makin Gampang, Cukup dari HP!
Kobarkan Semangat Pemuda GMIM, Gubernur Yulius: Jadilah Generasi Petarung Berlandaskan Iman
Sinergi Kejaksaan dan Pemda Talaud Wujudkan Kesejahteraan Rakyat: Pasar Murah Ramai Disambut Antusias di Pantai Indah Melonguane
Panen Padi di Desa Ambela, Babinsa Koramil 1312-08/Melonguane Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Enggak Perlu Ribet, Lapor Gangguan Listrik Kini Cukup Lewat PLN Mobile!