JAKARTA - Presiden terpilih, Prabowo Subianto meminta pendukung dan pemilih 96,2 juta yang memilih pasangan calon presiden nomor urut 2, untuk tidak melakukan aksi damai di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK), hari ini, Jumat (19/4).
Himbauan video yang beredar, Presiden terpilih, Prabowo Subianto meminta para pendukung, relawan, dan pemilihnya untuk membatalkan aksi damai yang rencananya digelar di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK), hari ini, Jumat (19/4/2024).
Dia juga meminta 96,2 juta pemilih Prabowo-Gibran agar tidak menggelar aksi di jalanan, serta fokus menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Baca Juga: Babak Kedua Sengit: Indonesia Menang Lawan Australia dalam Pertandingan yang Memanas
“Saya Prabowo Subianto meminta dengan sungguh-sungguh kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya 96,2 juta rakyat Indonesia yang telah memilih pasangan Prabowo-Gibran untuk tidak melakukan aksi apa pun di depan gedung Mahkamah Konstitusi maupun di tempat-tempat lain.
Apalagi di jalanan demi menjaga kesejukan demokrasi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa menjaga kerukunan antar-seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo dalam keterangan pers melalui video yang diterima, Jumat (19/4/2024).
Prabowo meminta para pendukung dan pemilihnya agar selalu waspada, hati-hati, serta tidak terpancing dan terprovokasi oleh pihak manapun.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Siap Berjuang Melawan Timnas Australia U-23 di Piala Asia U-23 2024
Pasalnya, ada pihak-pihak yang menginginkan terjadinya suasana yang tidak sejuk, sementara kesejukan penting untuk mencapai cita-cita bangsa.
“Hal ini tidak berarti bahwa kita lemah, tidak. Justru orang yang kuat adalah orang yang dapat mengendalikan perasaannya.
Pihak yang kuat adalah pihak yang bisa menahan diri. Pihak yang kuat adalah pihak yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan atau pribadi,” tandas dia.
Baca Juga: Untuk Kemanuasian Waka Polda Sulut, Lepas Personil dan Logistik Bantu Warga Bencana Gunung Ruang
Karena itu, Prabowo meminta agar pendukung dan pemilih Prabowo-Gibran untuk menahan diri. Menurut dia, menahan diri bukan berarti mereka lemah, tetapi lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
“Tidak berarti bahwa kita lemah. Tidak berarti bahwa kita gentar. Kepada semua pihak janganlah sekali-kali menganggap bahwa kita tidak mengerti keadaan.
Artikel Terkait
Babak Kedua Sengit: Indonesia Menang Lawan Australia dalam Pertandingan yang Memanas