PLN Kuasai Asia Tenggara: Indonesia Power (23 GW) dan Nusantara Power (19 GW) Jadi Raksasa Pembangkit Listrik

photo author
- Senin, 15 Desember 2025 | 10:11 WIB
PLN Kuasai Asia Tenggara: Indonesia Power (23 GW) dan Nusantara Power (19 GW) Jadi Raksasa Pembangkit Listrik (Dok. PLN)
PLN Kuasai Asia Tenggara: Indonesia Power (23 GW) dan Nusantara Power (19 GW) Jadi Raksasa Pembangkit Listrik (Dok. PLN)

Transformasi PLN Lahirkan Indonesia Power & Nusantara Power, Pembangkit Terbesar No. 1 dan No. 2 di Asia Tenggara

Jakarta, Sulutzone.com – PT PLN (Persero) berhasil mencetak sejarah baru di kancah regional. Dua anak usahanya, PLN Indonesia Power (Genco 1) dan PLN Nusantara Power (Genco 2), kini diakui sebagai perusahaan pembangkit listrik terbesar pertama dan kedua di kawasan Asia Tenggara.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan capaian luar biasa ini saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI pada Kamis (20/11/2025). Menurut Darmawan, transformasi organisasi melalui pembentukan holding-subholding telah menjadi kunci keberhasilan ini.

"Dalam proses Holding-Subholding ini, menjelma dua perusahaan pembangkitan yang terbesar di Asia Tenggara, yaitu PLN Indonesia Power dan PLN Nusantara Power. Indonesia Power ini number one, dan Nusantara Power number two di Asia Tenggara," kata Darmawan.

Baca Juga: Rincian Resmi Tarif Listrik PLN 15–21 Desember 2025, Untuk Rumah Tangga Non Subsidi Segini harganya

PLN Indonesia Power kini membawahi kapasitas pembangkit sebesar 23 Gigawatt (GW), sementara PLN Nusantara Power memiliki kapasitas 19 GW. Angka ini jauh melampaui aset pembangkitan genco di Malaysia yang hanya sekitar 14 GW.

Keberhasilan ini dicapai melalui restrukturisasi organisasi di seluruh lingkungan PLN Group. Darmawan menjelaskan bahwa aset pembangkitan PLN senilai sekitar Rp 370 triliun kini dikonsolidasikan, yang sebelumnya tersebar di berbagai wilayah, sehingga pengelolaannya menjadi jauh lebih efisien.

Selain efisiensi aset, PLN juga serius mempercepat transisi energi. Perusahaan membentuk dua entitas bisnis baru di bawah subholding pembangkitan yang berfokus khusus pada Energi Baru Terbarukan (EBT), termasuk Geothermal (panas bumi). Strategi ini untuk memastikan Indonesia dapat mengidentifikasi dan membangun potensi EBT secara optimal.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tria Anggreina Kawulusan

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X