Yuana juga memaparkan bahwa konsumsi listrik secara nasional terus meningkat. “Secara rata-rata, peningkatan penjualan atau produksi listrik di Indonesia mencapai 4 sampai 5 persen. Hal ini menunjukkan pertumbuhan sektor kelistrikan yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.” terang dia.
Kegiatan pelatihan konversi motor konvensional ke motor listrik yang digelar di SMK Kristen 1 Tomohon mendapat apresiasi dari Kepala Bidang (Kabid) SMK Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulawesi Utara, Vecky Pangkerego. Program ini dinilai sebagai langkah positif dalam meningkatkan kompetensi peserta didik di bidang otomotif dan teknologi berkelanjutan.
Pangkerego menegaskan, pelatihan tersebut menjadi peluang besar bagi siswa SMK untuk memiliki keahlian khusus yang dibutuhkan dunia industri saat ini. Terlebih kerja sama dengan PLN menjadi nilai tambah dalam mempersiapkan tenaga terampil.
“Ini merupakan kegiatan luar biasa dan sangat baik untuk peningkatan kompetensi siswa-siswa SMK. Ketika pihak PLN bekerja sama dengan SMK Kristen 1 Tomohon, ini mempersiapkan siswa agar memiliki keahlian dalam mengkonversi motor konvensional ke motor listrik,” ujar Pangkerego.
Ia juga menambahkan, keahlian tersebut diharapkan dapat membuka peluang para lulusan SMK untuk dapat diterima di dunia usaha maupun dunia industri, termasuk PLN. Menurutnya, kebutuhan tenaga terampil berbasis otomotif listrik semakin meningkat seiring perkembangan teknologi.
“Kami berharap ketika mereka lulus, bisa terpakai di dunia usaha dan dunia industri, termasuk di PLN. Kompetensi ini menjadi modal besar,” lanjutnya.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 39 peserta, termasuk guru pendamping, mengikuti pelatihan. Karena keterbatasan kuota, Pangkerego berharap para peserta dapat membagikan ilmu dan praktik baik kepada siswa lainnya.
Baca Juga: Sat Samapta Tingkatkan Patroli Presisi cegah gangguan kamtibmas di Talaud.
“Peserta yang sudah ikut wajib mengimbaskan pengetahuan ini kepada siswa lain. Ini penting agar transfer ilmu berjalan efektif,” tegasnya.
Pangkerego turut mendorong pihak sekolah untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri, sehingga kompetensi lulusan relevan dan sesuai standar perusahaan.
“Sekolah perlu membuat kurikulum bersama melalui penyelarasan dengan dunia industri. Harapan dan kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan perlu disesuaikan,” tutupnya.
Baca Juga: Cegah Pelanggaran, Kasipropam Berikan Arahan kepada personel dalam Apel Satker.
Menurutnya, program pelatihan ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan dunia pendidikan dalam menyongsong era kendaraan listrik, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan SDM berbasis teknologi ramah lingkungan.
Artikel Terkait
Dini Hari Mencekam, Polsek Malalayang Tangkap Pelaku Pembacokan Mahasiswa di Winangun
Polsek Miangas terus gencarkan gerakan pangan murah diwilayah perbatasan utara NKRI
Taufik Tumbelaka : Dana "Dadakan" Rp83 T dari Pengembalian Korupsi CPO dan Anggaran MBG Diharap Meringankan Beban Daerah
Cegah Pelanggaran, Kasipropam Berikan Arahan kepada personel dalam Apel Satker.
Sat Samapta Tingkatkan Patroli Presisi cegah gangguan kamtibmas di Talaud.
"Talaud Jadi Tuan Rumah! HUT PELPRIP GPdI ke-72 se-Sulut Dihadiri Petinggi Pusat dan Daerah, Pengamanan Maksimal"
"Wakil Bupati Talaud Pastikan Gizi Anak Perbatasan Terpenuhi Lewat Koordinasi Satgas BMG"
HIPMI Sulut Segera Gelar Musdalub, Dr. Hizkia Sembel Menguat Sebagai Calon Ketua Umum 2025-2028
Peringati HUT ke-72 PELPRIP GPdI Sulut, Bupati Talaud Welly Titah: Pria Kristen Harus Jadi Imam dalam Keluarga"
Tindak Lanjut Video Viral "Acid Suruan Pantow": Berry Bertrandus Resmi Laporkan Akun Media Sosial ke Polda Sulut