MANADO – Pemerintah Kota Manado melalui PDAM Wanua Wenang Manado kembali meluncurkan program pro-rakyat, kali ini dengan kampanye "Marijo Pasang Air".
Program ini menawarkan pendaftaran pemasangan sambungan air baru secara gratis, yang bertujuan untuk mempermudah masyarakat Manado mendapatkan akses air bersih.
Dalam flyer resmi yang dikeluarkan, dijelaskan bahwa program ini membebaskan biaya pendaftaran, biaya sambungan, dan uang jaminan.
Ini adalah langkah signifikan untuk mengurangi beban finansial bagi warga yang ingin memasang sambungan air PDAM di rumah mereka.
Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga di Kota Manado, terutama yang sebelumnya terkendala oleh biaya pemasangan.
Untuk pendaftaran, masyarakat bisa segera mendaftar dan menghubungi kontak-kontak yang tertera di flyer.
Beberapa nama dan nomor yang bisa dihubungi untuk informasi lebih lanjut adalah:
* Jeklin: 0851-4631-4731
* Ati: 0852-4250-0600
* Ano: 0853-4169-0123
* Ichad: 0821-8737-1928
* Lusi: 0882-0207-18568
* Debby: 0895-0762-7219
Syarat dan ketentuan berlaku.
Program ini merupakan bagian dari komitmen PDAM Wanua Wenang dan Pemerintah Kota Manado dalam meningkatkan pelayanan publik dan memastikan ketersediaan air bersih merata bagi seluruh penduduk.
***
Artikel Terkait
Talaud Semakin Aman! Patroli Gabungan TNI-Polri dan Pemerintah Jamin Ketertiban Masyarakat
Sinergi Apik! Polres Talaud Beri Kejutan Ulang Tahun Ke-80 untuk Kejaksaan
Patroli Gabungan Skala Besar : Bukti Nyata TNI-Polri Hadir untuk Masyarakat Talaud
Presiden Prabowo Sebut 4 Korban Tewas di Makassar Akibat Aksi Perusuh, Bukan Demo
Antoni Talubun, Salah Satu Demonstran yang Ditangkap saat Tolong Teman yang Asma
BEM Nusantara Sulut Kecam Keras Penangkapan dan Pemukulan Mahasiswa Saat Aksi Demo
Gubernur Sulut Temui Demonstran Buruh, Dialog Berlangsung Cair dan Penuh Persatuan
Mengerikan! Pengacara LBH Manado Dibekuk, Diseret, dan Dipukuli Aparat saat Bela Massa Aksi
Satukan Langkah, Pemkab Talaud dan ASN Komitmen Perkuat Kinerja dan Disiplin
CATATAN DEMONSTRAN : Budaya Jadi Topeng, Polisi Jadi Pentungan, Rakyat Jadi Tersangka