Manado, sulutzone.com – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa di Manado pada 1 September 2025 berujung ricuh dan menuai kecaman dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sulawesi Utara.
Mahasiswa menuding aparat kepolisian melakukan tindakan represif berupa penangkapan dan pemukulan terhadap peserta aksi yang seharusnya dilindungi.
Koordinator Daerah BEM Nusantara, Nadya Gosal, menyatakan kekecewaannya.
“Kami mengecam keras penangkapan dan tindakan pemukulan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Tindakan ini mencederai citra kepolisian terhadap kami mahasiswa dan masyarakat,” tegas Nadya.
Baca Juga: Antoni Talubun, Salah Satu Demonstran yang Ditangkap saat Tolong Teman yang Asma
Menurutnya, mahasiswa datang hanya untuk menyampaikan aspirasi.
Seharusnya, pihak kepolisian bertugas mengamankan jalannya aksi, sesuai dengan Pasal 9 Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2012.
Pasal tersebut menggariskan kewajiban pejabat Polri untuk memberikan pelayanan secara profesional, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta menghargai asas legalitas dan praduga tak bersalah.
“Namun, yang terjadi pada proses penyampaian aspirasi kemarin justru sebaliknya. Kami melawan tindakan represif aparat kepolisian terhadap rekan kami. Ada saudara kami yang dipukul dan dianiaya. Tidak ada bukti bahwa kawan kami melanggar aturan,” tambahnya.
Atas insiden ini, BEM Nusantara Sulut menuntut dilakukannya reformasi di tubuh Polri.
Mereka juga mendesak agar Polresta Manado segera membebaskan rekan mereka yang ditangkap.
“Kami mendesak Polresta Manado untuk segera membebaskan kawan kami tanpa syarat,” pungkas Nadya.
Aksi ini sendiri merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap kinerja pemerintah dan aparat penegak hukum, dengan menuntut perbaikan di berbagai bidang, termasuk penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
***/SG
Artikel Terkait
Bongkar Strategi Bisnis saat Ketidakpastian Ekonomi Melanda, Memahami Pentingnya Transparansi di Tengah Gejolak Pasar
Analis Hendri Satrio Minta Prabowo Perlu Intensif Bicara ke Media untuk Redam Kegelisahan Masyarakat
Soal 5 Anggota Dewan yang Dinonaktifkan Partainya, Begini Kata Ketua Banggar DPR
Tanpa Harus Pamer, Begini Strategi Bangun Personal Branding demi Bisnis Menggeliat Cepat di Media Sosial
Demi Tunjang Pendidikan SMP Negeri 5 Manado, PLN UIP Sulawesi Beri Laptop dan Komputer
Talaud Semakin Aman! Patroli Gabungan TNI-Polri dan Pemerintah Jamin Ketertiban Masyarakat
Sinergi Apik! Polres Talaud Beri Kejutan Ulang Tahun Ke-80 untuk Kejaksaan
Patroli Gabungan Skala Besar : Bukti Nyata TNI-Polri Hadir untuk Masyarakat Talaud
Presiden Prabowo Sebut 4 Korban Tewas di Makassar Akibat Aksi Perusuh, Bukan Demo
Antoni Talubun, Salah Satu Demonstran yang Ditangkap saat Tolong Teman yang Asma