Pada akhirnya, Hadinagoro menyimpulkan bahwa ide meninjau ulang bailout BCA bukanlah hal yang sesat.
"Yang sesat justru jika kita menutup mata terhadap sejarah penggunaan uang negara. Kalau rakyat membayar ratusan triliun lewat APBN, sementara keuntungan hanya dinikmati segelintir orang, itu baru namanya sesat," pungkasnya.
Ia menekankan bahwa transparansi dan keberanian mengoreksi masa lalu akan memperkuat kepercayaan publik terhadap negara.
Artikel Terkait
Pendeta Arnold Abbas Hadiri Peringatan HUT Ke-80 RI di Gubernuran Sulut
Menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan beras di Talaud, GPM digelar di Desa Bowombaru
PLN Sukseskan Tomohon International Flower Festival 2025 dan Pastikan Pasokan Listrik Aman
Isu BLBI BCA Kembali Mencuat, Komisi III DPR Desak KPK Usut Tuntas
Bupati Talaud, Welly Titah Pimpin Upacara HUT ke - 80 RI dengan Khitmat.
Saham BCA Anjlok, Gara-gara Isu Hukum dan Privasi Nikita Mirzani
Henry Walukow Soroti Kejanggalan Data Tambang Rakyat di Ranperda RTRW Sulut
Kapolres, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, SIK, MH Hadiri Upacara HUT RI ke 80 di Talaud
Upacara Penurunan Bendera HUT ke - 80 Kemerdekaan RI di Talaud berlagsung Khitmat.
Upacara Adi Bangkit Memperingati HUT ke - 80 RI Berlangsung Khidmat di Talaud.