Saham BCA Anjlok, Gara-gara Isu Hukum dan Privasi Nikita Mirzani

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Senin, 18 Agustus 2025 | 17:36 WIB
Ilustrasi BCA (Istimewa)
Ilustrasi BCA (Istimewa)

Jakarta, sulutzone.com – Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tergelincir jatuh ke level Rp8.700 per lembar, sebuah kondisi yang memicu kekhawatiran di kalangan investor.

Anjloknya harga ini terjadi di tengah dua badai isu yang menerpa BCA secara bersamaan: kasus hukum terkait BLBI dan isu privasi dari aktris Nikita Mirzani.

Di satu sisi, Komisi III DPR RI mendesak KPK untuk mengusut tuntas kasus BLBI BCA, yang diduga merugikan negara triliunan rupiah dari transaksi akuisisi 51 persen saham.

Sentimen negatif ini diperkuat oleh dorongan dari ekonom UGM untuk mengambil alih saham tersebut tanpa pembayaran.

Baca Juga: Isu BLBI BCA Kembali Mencuat, Komisi III DPR Desak KPK Usut Tuntas

Di sisi lain, publik juga disibukkan oleh drama yang melibatkan Nikita Mirzani. Aktris tersebut naik pitam setelah data mutasi rekeningnya terungkap di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang menampilkan secara rinci bayaran dari film hingga endorse.

Merasa privasinya dilanggar, Nikita berencana melayangkan somasi setelah proses hukumnya selesai.

Menanggapi hal ini, Hera F. Haryn, Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menjelaskan bahwa BCA tunduk pada ketentuan hukum dan wajib memenuhi permintaan aparat sesuai dengan undang-undang.

Baca Juga: BCA Tidak Aman? Data Transaksi Nikita Mirzani jadi Buktinya

Menurut Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, dua isu besar ini, yaitu isu korupsi dan mafia yang berpadu dengan isu privasi dari selebritas, menciptakan "badai yang sempurna" dan memengaruhi psikologi pasar.

Meskipun fundamental BCA dinilai sangat solid dengan target harga jangka panjang di atas Rp12.500, sentimen publik yang negatif ini berdampak langsung pada pergerakan sahamnya.

Kombinasi dua isu ini memang luar biasa: satu menyeret nama penguasa, satu lagi menyentuh hati penggemar, keduanya mencoreng reputasi bank.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X