Jakarta, sulutzone.com – Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tergelincir jatuh ke level Rp8.700 per lembar, sebuah kondisi yang memicu kekhawatiran di kalangan investor.
Anjloknya harga ini terjadi di tengah dua badai isu yang menerpa BCA secara bersamaan: kasus hukum terkait BLBI dan isu privasi dari aktris Nikita Mirzani.
Di satu sisi, Komisi III DPR RI mendesak KPK untuk mengusut tuntas kasus BLBI BCA, yang diduga merugikan negara triliunan rupiah dari transaksi akuisisi 51 persen saham.
Sentimen negatif ini diperkuat oleh dorongan dari ekonom UGM untuk mengambil alih saham tersebut tanpa pembayaran.
Baca Juga: Isu BLBI BCA Kembali Mencuat, Komisi III DPR Desak KPK Usut Tuntas
Di sisi lain, publik juga disibukkan oleh drama yang melibatkan Nikita Mirzani. Aktris tersebut naik pitam setelah data mutasi rekeningnya terungkap di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang menampilkan secara rinci bayaran dari film hingga endorse.
Merasa privasinya dilanggar, Nikita berencana melayangkan somasi setelah proses hukumnya selesai.
Menanggapi hal ini, Hera F. Haryn, Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menjelaskan bahwa BCA tunduk pada ketentuan hukum dan wajib memenuhi permintaan aparat sesuai dengan undang-undang.
Baca Juga: BCA Tidak Aman? Data Transaksi Nikita Mirzani jadi Buktinya
Menurut Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, dua isu besar ini, yaitu isu korupsi dan mafia yang berpadu dengan isu privasi dari selebritas, menciptakan "badai yang sempurna" dan memengaruhi psikologi pasar.
Meskipun fundamental BCA dinilai sangat solid dengan target harga jangka panjang di atas Rp12.500, sentimen publik yang negatif ini berdampak langsung pada pergerakan sahamnya.
Kombinasi dua isu ini memang luar biasa: satu menyeret nama penguasa, satu lagi menyentuh hati penggemar, keduanya mencoreng reputasi bank.
Artikel Terkait
Tanggapan BPJN Sulut: Bantahan Terhadap Tudingan JPKP
Jaga Patriotisme, Bupati Welly Titah Kukuhkan Anggota Paskibraka Tala
Bersatu Berdaulat, Indonesia Maju: Beo Selatan Rayakan HUT ke-80 RI Penuh Semangat Nasionalisme
Pawai Obor Meriah di Talaud, Peringatan Kemerdekaan RI Ke-80 Berlangsung Khidmat
Dandim Talaud Pimpin Upacara Taptu dan Pawai Obor HUT ke-80 RI"
BCA Tidak Aman? Data Transaksi Nikita Mirzani jadi Buktinya
Pendeta Arnold Abbas Hadiri Peringatan HUT Ke-80 RI di Gubernuran Sulut
Menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan beras di Talaud, GPM digelar di Desa Bowombaru
PLN Sukseskan Tomohon International Flower Festival 2025 dan Pastikan Pasokan Listrik Aman
Isu BLBI BCA Kembali Mencuat, Komisi III DPR Desak KPK Usut Tuntas